TOUNA – Festival Budaya Bakulupi Kabupaten Tojo Una-Una 2026 resmi dibuka Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., di Lapangan Sepak Bola Kelurahan Bailo Baru, Kecamatan Ampana Kota, Sabtu (12/9/2026) malam.
Pembukaan festival budaya yang memasuki penyelenggaraan keenam itu berlangsung meriah. Jajaran Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh adat, pelaku seni dan budaya, pelaku usaha, hingga masyarakat turut hadir.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Tojo Una-Una Ilham Lawidu, SH., Wakil Bupati Surya, S.Sos., M.Si., Ketua DPRD Tojo Una-Una Gusnar A. Sulaeman, SE., MM., bersama unsur Forkopimda.
Turut hadir perwakilan bupati/wali kota, Ketua dan Tim BPK Provinsi Sulawesi Tengah, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah, Sekretaris Daerah dan para kepala perangkat daerah Kabupaten Tojo Una-Una, pimpinan instansi vertikal, pimpinan perbankan, pelaku usaha, serta tamu undangan lainnya.
Rangkaian pembukaan ditandai dengan pembakaran bambu lupi, peninjauan rumah adat, serta pemukulan gong oleh Gubernur Sulawesi Tengah bersama Bupati Tojo Una-Una Ilham Lawidu, Wakil Bupati Surya, Ketua DPRD Tojo Una-Una Gusnar A. Sulaeman, dan unsur Forkopimda.
Bakulupi Bukan Sekadar Seremonial
Bupati Tojo Una-Una Ilham Lawidu mengatakan, Festival Budaya Bakulupi bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi ruang untuk memperkenalkan sekaligus menghidupkan kekayaan budaya daerah.
“Pada hari ini, kami masyarakat dan Pemerintah Daerah Kabupaten Touna melaksanakan Festival Bakulupi tahun 2026,” ujar Ilham dalam sambutannya.
Ia menyebut Festival Budaya Bakulupi telah enam kali diselenggarakan. Namun, pelaksanaan tahun ini dinilai menjadi yang paling meriah dan terbesar.
“Festival Budaya Bakulupi ini sudah terlaksana keenam kalinya, tetapi yang meriah, megah, dan besar seperti ini kami baru melaksanakan hari ini,” katanya.
Menurut Ilham, kemeriahan Festival Bakulupi 2026 tidak terlepas dari dukungan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una, serta partisipasi masyarakat.
“Ini adalah berkat bantuan dari Pemerintah Pusat, khususnya Menteri Pariwisata melalui Ibu Kadis Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah. Kami juga mendapatkan bantuan dari Pak Gubernur sebagai Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan dari anggaran Kabupaten Tojo Una-Una serta seluruh sumbangsih masyarakat,” ungkapnya.
Ilham juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sulawesi Tengah yang kembali meluangkan waktu untuk hadir langsung bersama masyarakat Tojo Una-Una.
“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Tojo Una-Una, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Gubernur yang sudah kesekian kalinya meluangkan waktu, datang, dan hadir langsung bersama masyarakat Tojo Una-Una,” tambahnya.
Gubernur: Budaya Harus Beri Dampak Ekonomi
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una dan seluruh elemen masyarakat yang konsisten menjaga serta menghidupkan kebudayaan daerah.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, saya memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una, para tokoh adat, budayawan, seniman, pemuda, dan seluruh masyarakat yang telah menjaga dan menghidupkan kebudayaan daerah melalui kegiatan yang sangat positif ini,” ujar Anwar.
Menurutnya, budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan fondasi sekaligus identitas bangsa.
“Budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan fondasi dan identitas bangsa. Nilai posintuvu atau kebersamaan dan gotong royong adalah modal sosial yang sangat berharga untuk mempererat persatuan serta memajukan daerah kita,” tegasnya.
Anwar menilai Festival Budaya Bakulupi memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi salah satu kekuatan pariwisata dan ekonomi kreatif di Sulawesi Tengah.
Ia menegaskan, pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Melalui festival ini, kita tidak hanya melestarikan adat dan kesenian lokal, tetapi juga mendorong sektor pariwisata serta ekonomi kreatif masyarakat Tojo Una-Una dan Sulawesi Tengah secara umum,” katanya.
Gubernur menyebut Sulawesi Tengah memiliki kekayaan budaya yang terbentang dari pesisir hingga pegunungan, dari lembah hingga kepulauan. Kekayaan tersebut mencakup tradisi, bahasa, kesenian, kuliner, kerajinan, cerita rakyat, hingga kearifan lokal.
“Tojo Una-Una adalah salah satu bagian penting dari kekayaan tersebut,” ujarnya.
Karena itu, Anwar berharap Festival Budaya Bakulupi tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan semata. Festival tersebut harus menjadi ruang yang mempertemukan pelestarian budaya, kreativitas generasi muda, promosi daerah, sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
“Jadikan festival ini sebagai ruang pelestarian budaya, ruang kreativitas generasi muda, ruang promosi daerah, sekaligus ruang untuk menggerakkan ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Generasi Muda Diminta Jadi Pelaku dan Pewaris Budaya
Lebih jauh, Anwar Hafid menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga keberlanjutan budaya daerah.
Menurutnya, generasi muda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam setiap kegiatan budaya. Mereka harus diberikan ruang untuk tampil, berkarya, berinovasi, sekaligus menjadi pewaris tradisi.
“Kita ingin budaya tidak hanya dikenang, tetapi juga dihidupkan. Kita ingin anak-anak muda tidak hanya menjadi penonton kebudayaan, tetapi menjadi pelaku dan pewaris kebudayaan,” katanya.
Ia juga berharap kekayaan budaya yang dimiliki Touna mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, seniman, perajin, pelaku kuliner, dan sektor pariwisata.
“Kita ingin setiap tradisi yang kita miliki mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk membuka peluang ekonomi bagi para pelaku UMKM, seniman, perajin, pelaku kuliner, dan sektor-sektor pariwisata,” pungkasnya.
Festival Budaya Bakulupi 2026 diharapkan menjadi momentum untuk menjadikan budaya bukan hanya sebagai warisan yang dilestarikan, tetapi juga sebagai kekuatan ekonomi, identitas daerah, sekaligus ruang tumbuh bagi generasi muda Tojo Una-Una. (*)

