Berita

Wujud Nyata Pelayanan Prima, Kalapas Ampana Awasi Langsung Pengolahan dan Pembagian Makanan Warga Binaan

386
×

Wujud Nyata Pelayanan Prima, Kalapas Ampana Awasi Langsung Pengolahan dan Pembagian Makanan Warga Binaan

Sebarkan artikel ini
Kalapas Ampana Awasi Langsung Pengolahan dan Pembagian Makanan Warga Binaan

TOUNA – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Ampana, Luther Toding Patandung, menegaskan komitmennya dalam memastikan pemenuhan hak dasar Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), khususnya terkait kualitas makanan. 

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengawasan langsung terhadap proses pengolahan bahan makanan, penyajian, hingga pembagian makanan kepada Warga Binaan, Sabtu (27/12/2025).

Sejak awal menjabat sebagai Kalapas Ampana sekitar 1 tahun 3 bulan lalu, Luther Toding Patandung secara konsisten melakukan pembenahan dan peningkatan layanan, baik untuk Warga Binaan, masyarakat yang melakukan kunjungan keluarga, maupun masyarakat sekitar lingkungan lapas.

“Pelayanan makanan bagi Warga Binaan adalah hak dasar yang wajib kita penuhi dengan baik. Oleh karena itu, saya ingin memastikan langsung bahwa prosesnya berjalan sesuai standar, mulai dari dapur hingga makanan diterima oleh Warga Binaan,” ujar Luther Toding Patandung.

Baca Juga:  Polres Touna Gelar Rakor Linsek Ops Ketupat Tinombala 2025, Siap Mengamankan Idul Fitri 1446

Peningkatan kualitas layanan makanan ini dilaksanakan dengan dukungan petugas bagian perawatan di bawah naungan Bidang Pembinaan Narapidana dan Anak Didik serta Kegiatan Kerja (Binadik Giatja). Kelayakan layanan ditandai dengan diperolehnya Sertifikat Laik Higiene, Sertifikat Halal, serta berbagai dokumen pendukung lainnya.

Kalapas Luther Toding Patandung menjelaskan, bahwa pembenahan tidak hanya berfokus pada administrasi, tetapi juga pada kondisi fisik dapur dan peralatan.

“Kebersihan dapur, kerapian ruang pengolahan, serta kelayakan peralatan menjadi perhatian utama. Lingkungan dapur yang bersih akan sangat berpengaruh terhadap kesehatan Warga Binaan,” jelasnya.

Selain itu, fasilitas dapur Lapas Kelas IIB Ampana terus ditingkatkan secara bertahap agar pelayanan makanan semakin optimal dan sesuai dengan standar kesehatan.

Pada kesempatan ini, Kalapas juga mengawal langsung pembagian makan siang Warga Binaan, yang merupakan bagian dari rutinitas hariannya. 

Baca Juga:  Perkuat Sinergi dan Silaturahmi, Kalapas Ampana Terima Kunjungan Kepala BRI KCP Ampana

Ia juga menyempatkan diri menyapa dan berdialog dengan Warga Binaan untuk mendengar langsung penilaian mereka terhadap pelayanan yang diberikan.

“Saya ingin mendengar langsung dari Warga Binaan. Masukan mereka sangat penting bagi kami untuk terus melakukan perbaikan,” ungkap Kalapas.

Dari dialog tersebut, Warga Binaan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas peningkatan kualitas pelayanan, khususnya dalam hal makanan yang dinilai lebih layak, semakin meningkat dan bersih.

Selain mengawal pembagian makanan, Kalapas juga memantau aktivitas Warga Binaan secara menyeluruh, mulai dari penerapan pola hidup bersih dan sehat, pengecekan kondisi kesehatan, hingga menampung berbagai keluhan yang disampaikan.

“Setiap keluhan akan kami catat dan carikan solusi yang tepat sesuai aturan. Tujuan kami adalah menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, sehat, dan manusiawi,” tegasnya.

Baca Juga:  Kalapas Luther Ikuti Ibadah Minggu Bersama WBP di Gereja Oikumene Lapas Ampana

Kalapas juga menyempatkan hadir memantau kegiatan UMKM Lapas Kelas IIB Ampana sebagai salah satu produk unggulan Lapas Kelas IIB Ampana (Pengolaan Keripik Pisang) yang dinilai dapat meningkatkan keterampilan warga Binaan Pemasyarakatan.

Kehadiran UMKM ini juga menjadikan Lapas Ampana memiliki Branding Unggul di Mata masyarakat serta unggul di beberapa kegiatan pameran pameran dan event yang dilaksanakan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Dengan kepemimpinan yang sederhana namun berwibawa, Luther Toding Patandung terus menunjukkan kepedulian terhadap Warga Binaan dan seluruh jajaran petugas Lapas Kelas IIB Ampana. 

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen mewujudkan layanan pemasyarakatan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada pemenuhan hak dasar Warga Binaan. (yya/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *