Pemerintahan

Bupati Ilham dan Wabup Surya Kompak Kenakan Pakaian Adat Daerah di Peringatan HUT ke-62 Provinsi Sulteng

1834
×

Bupati Ilham dan Wabup Surya Kompak Kenakan Pakaian Adat Daerah di Peringatan HUT ke-62 Provinsi Sulteng

Sebarkan artikel ini
Bupati Ilham Lawidu dan Wabup Surya tampil kompak kenakan pakaian adat di HUT Ke-62 Provinsi Sulteng. Foto: Prokopim

PAlU – Bupati Tojo Una-Una, Ilham Lawidu, bersama Wakil Bupati Surya tampil kompak mengenakan pakaian adat khas daerah saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tengah, Senin (13/4/2026).

Peringatan HUT tahun ini mengusung nuansa adat yang kuat. Seluruh kepala daerah dan tamu undangan mengenakan pakaian tradisional dari daerah masing-masing sebagai simbol keberagaman budaya di Sulawesi Tengah.

Baca Juga:  Karnaval Pergelaran Seni dan Budaya Moraa Tahun 2024, Dilepas Pj. Sekda Touna

Upacara berlangsung di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Jalan Sam Ratulangi, Kota Palu. Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, bertindak sebagai inspektur upacara.

Bupati Ilham Lawidu menyampaikan bahwa peringatan HUT provinsi tidak sekedar menjadi kegiatan seremonial. Momen ini menjadi ruang refleksi untuk memperkuat persatuan sekaligus menjaga warisan budaya daerah.

Baca Juga:  Bersama Kalapas, Wabup Touna Tebarkan Benih Ikan Nila di Lapas Ampana

“Saya mengucapkan selamat HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Tengah. Momen ini mengingatkan kita supaya tetap kompak. Kita punya banyak budaya, tapi tujuan kita sama, yaitu membangun daerah. Kalau kita saling dukung dan jaga kebersamaan, pembangunan bisa berjalan lebih baik,” ujarnya

“Semangat kebersamaan yang tercermin dalam peringatan HUT ke-62 ini dapat terus dijaga dan diterjemahkan dalam kerja nyata di masing-masing daerah, termasuk di Kabupaten Tojo Una-Una,” tutupnya.

Baca Juga:  Wabup Surya Apresiasi Ekspedisi Rupiah Berdaulat BI dan TNI Angkatan Laut di Kepulauan Togean

Kehadiran para kepala daerah dengan balutan pakaian adat turut menambah semarak peringatan. Hal ini sekaligus menjadi simbol bahwa keberagaman budaya di Sulawesi Tengah tetap hidup dan menjadi perekat persatuan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *