Sosial Ekonomi

Lapas Ampana Salurkan Bansos Kepada Keluarga Binaan Secara Door to Door

2169
×

Lapas Ampana Salurkan Bansos Kepada Keluarga Binaan Secara Door to Door

Sebarkan artikel ini
Lapas Ampana Salurkan Bansos Kepada Keluarga Binaan Secara Door to Door

TOUNA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ampana terus menunjukkan komitmen dan kepedulian sosialnya terhadap keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dengan menyalurkan bantuan sosial (Bansos), Sabtu (16/8/2025).

Bansos ini berupa paket sembako, bertujuan untuk meringankan beban ekonomi keluarga WBP, sekaligus memberikan dorongan moril agar mereka tetap kuat dan tidak merasa sendiri dalam menghadapi ujian hidup.

Baca Juga:  Lapas Ampana Kembali Terima Alat Penunjang Pengamanan Dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan

Penyaluran Bansos kali ini berbeda seperti biasanya yang diserahkan di lingkungan Lapas. Kali ini Kepala Lapas Kelas IIB Ampana, Luther Toding Patandung bersama jajaran menyerahkan bansos tersebut secara door to door mendatangi langsung rumah-rumah keluarga WBP.

Kegiatan ini berlangsung secara sederhana namun penuh makna. Bantuan disalurkan langsung ke rumah-rumah yang sebelumnya telah didata dan dikunjungi secara personal.

Baca Juga:  Gelar Rapat, Kalapas Ampana Pastikan Kesiapan Lokasi Penanaman Kelapa untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional

“Kami percaya bahwa pemasyarakatan tidak hanya menyentuh individu yang sedang menjalani masa pidana, tetapi juga keluarga mereka yang berada di luar. Dengan mendatangi langsung rumah mereka, kami ingin menyampaikan bahwa negara hadir dan peduli,” ujar Kalapas Luther Toding Patandung.

Kegiatan ini disambut haru oleh keluarga WBP. Mereka menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian Lapas. Bagi mereka, kedatangan langsung dari Kalapas dan jajarannya bukan sekadar membawa bantuan, tetapi juga membawa harapan dan semangat baru.

Baca Juga:  Kasi Adm Kamtib Lapas Ampana Lakukan Update Papan Kontrol Daftar Isi Blok Hunian, Ini Tujuannya

Dengan kegiatan ini, menegaskan bahwa peran Pemasyarakatan bukan hanya sekedar proses hukum, tetapi juga proses kemanusiaan, yang menyentuh nilai-nilai empati, penguatan sosial, dan pembinaan berkelanjutan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *