Wisata Budaya

Rumah Adat Pasuli, Warisan Bare’e yang Kembali Bersinar di Bakulupi 2026

364
×

Rumah Adat Pasuli, Warisan Bare’e yang Kembali Bersinar di Bakulupi 2026

Sebarkan artikel ini
Keterangan foto: Banua Lupi, rumah masyarakat Suku Bare’e, ditampilkan dalam persiapan Festival Budaya Bakulupi 2026 di Lapangan Sepak Bola Kelurahan Bailo Baru, Kecamatan Ampana Kota, Kamis (10/9/2026).

TOUNA – Rumah Adat Pasuli menjadi salah satu daya tarik budaya dalam Festival Budaya Bakulupi 2026 yang digelar di Kelurahan Bailo Baru, Kecamatan Ampana Kota, Kabupaten Tojo Una-Una.

Kehadirannya bukan sekadar memperkuat nuansa tradisional, tetapi juga menjadi ruang untuk mengenalkan kembali warisan budaya dan kearifan lokal masyarakat Bare’e, khususnya kepada generasi muda.

Memasuki H-2, Kamis (10/9/2026), persiapan Festival Bakulupi di Lapangan Sepak Bola Kelurahan Bailo Baru terus dilakukan. Panggung utama, tenda UMKM, tenda VIP dan berbagai fasilitas pendukung mulai tertata.

Baca Juga:  Pergelaran Seni dan Budaya Kabupaten Touna Resmi Ditutup oleh Wabup Ilham Lawidu

Di tengah persiapan tersebut, Rumah Adat Pasuli tampil membawa jejak kehidupan masyarakat Bare’e pada masa lalu. Keberadaannya menjadi bagian penting dalam upaya menjaga, mengenalkan dan melestarikan warisan budaya daerah.

Festival Budaya Bakulupi 2026 mengusung tema “Merawat Tradisi, Menggerakkan Ekonomi dan Menguatkan Identitas Daerah.” Selain pertunjukan seni dan budaya, festival juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan serta memasarkan produk lokal.

Baca Juga:  Inovasi PAK TANTRI Dukcapil Touna Permudah Masyarakat Dapatkan Dokumen Kependudukan

Festival berlangsung selama lima hari, 12–16 September 2026, di Lapangan Sepak Bola Kelurahan Bailo Baru. Pembukaan dijadwalkan Sabtu (12/9/2026) dan dihadiri Gubernur Sulawesi Tengah bersama sejumlah kepala daerah.

Baca Juga:  Sekda Touna Resmi Tutup Porseni Tingkat Kecamatan Ampana Kota

Melalui perpaduan seni, budaya dan ekonomi kreatif, Festival Bakulupi 2026 diharapkan menjadi momentum untuk merawat tradisi, memperkuat identitas daerah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Di tengah kemeriahan festival, Rumah Adat Pasuli menjadi pengingat bahwa warisan budaya bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga untuk terus diperkenalkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses