Kriminal

Bawa Sajam dan Gunakan Knalpot Brong, Pemuda di Touna Diamankan Polisi saat KRYD

2579
×

Bawa Sajam dan Gunakan Knalpot Brong, Pemuda di Touna Diamankan Polisi saat KRYD

Sebarkan artikel ini

TOUNA – Seorang Pemuda berinisial MF warga Desa Watusongu, Kecamatan Ulubongka, Kabupaten Tojo Una-Una harus berhadapan dengan hukum karena kedapatan membawa senjata tajam (sajam) dan menggunakan sepeda motor berknalpot brong.

Pemuda yang merupakan karyawan Kafe tersebut diamankan oleh Polres Touna saat menggelar Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) di Taman JH Ampana, Kelurahan Bailo, Sabtu (2/8/2025) malam.

KRYD ini dipimpin oleh Kasat Polair Polres Touna, Iptu Sodang Datuan, SH Patroli ini menyasar berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), seperti premanisme, miras, narkoba, judi, dan kejahatan jalanan.

Baca Juga:  Jaga Kondusivitas Malam Ramadan, Pamapta III Polres Touna Pimpin Patroli KRYD di Pusat Keramaian

Kasat Polair Polres Touna, Iptu Sodang Datuan menjelaskan, pelaku MF kami amankan saat melakukan pemeriksaan terhadap sekelompok pemuda di Taman JH Ampana.

“Dari hasil pemeriksaan itu, kami berhasil menemukan sajam jenis badik yang terbuat dari piringan cakram motor dan satu unit sepeda motor yang menggunakan knalpo brong,” jelas Iptu Sodang Datuan.

Baca Juga:  Penipuan Casis Bintara Polri, Polda Sulteng Tangkap Dua Pelaku Kerugian Korban Ratusan Juta

Lanjut dikatakan Kasat Polair Polres Touna itu, pelaku bersama dengan barang bukti sajam tersebut langsung diamankan ke Mako Polres Touna untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

“Sementara itu, sepeda motor diamankan di Mako Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Touna,” ujar Iptu Sodang Datuan.

Baca Juga:  Satreskrim Polres Touna Ungkap Motif Kasus KDRT Berujung Kematian Istri di Desa Bangkagi

Ia menambahkan,  KRYD ini bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat saat beraktivitas dan menekan potensi gangguan kamtibmas di wilayah Kabupaten Touna.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menekan niat para pelaku tindak kriminal, seperti jambret, pencurian, dan aksi premanisme, sehingga masyarakat Tojo Una-Una bisa merasa lebih aman dan tenteram,” tutup Iptu Sodang Datuan. TM/**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses