Kesehatan

Gandeng Dinkes PPKB Touna, Lapas Ampana Gelar Skrining HIV dan Uji Tuberculin

1830
×

Gandeng Dinkes PPKB Touna, Lapas Ampana Gelar Skrining HIV dan Uji Tuberculin

Sebarkan artikel ini
Petugas Dinkes PPKB Touna dan Puskesmas Ampana Barat saat melakukan Skrining HIV dan Uji Tuberculin kepada warga binaan Lapas Ampana. Foto: Yahya Lahamu

TOUNA – Sebanyak 100 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Ampana mengikuti penyuluhan dan skrining HIV/AIDS dan ujin tuberculin bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Sabtu (25/1/2025).

Kegiatan ini merupakan kerja sama antar Lapas Kelas IIB Ampana dengan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) dan Puskesmas Ampana Barat.

Baca Juga:  Sekda Touna: Posyandu untuk peningkatan kesehatan, sehingga masyarakat bisa sehat, lebih kuat dan produktif

Kepala Lapas Kelas IIB Ampana, Luther Toding Patandung mengatakan,pentingnya kegiatan ini dalam menjaga kesehatan warga binaan.

“Dengan adanya kegiatan ini dapat mengetahui WBP yang mengidap penyakit HIV/AIDS dan TBC untuk penanganan lanjutan, dan menghindari resiko penularan di dalam lapas,” kata Luther.

Luther juga mengapresiasi kerja sama yang baik antara , Lapas Kelas IIB Ampana dengan Dinkes PPKB Touna dan Puskesmas Ampana Barat.

Baca Juga:  Penyusunan IKU dan IKI Remunerasi Jasa Pelayanan Terbaru, RSUD Ampana Gelar Pelatihan

“Kerja sama lintas sektor seperti ini sangat penting untuk memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada warga binaan,” ujarnya.

Kalapas menambahkan, kegiatan skrining tes HIV dan uji tuberculin ini merupakan komitmen Lapas Ampana untuk melaksanakan dan memberikan segera penatalaksanaan dalam upaya mempertahankan kesehatan WBP.

Baca Juga:  Malam Ta'aruf STQH ke XXVII Tingkat Provinsi Sulteng, Bupati Touna: Momentum Pererat Silaturahmi

“Kami berharap melalui kegiatan ini dapat merubah cara pandang masyarakat khususnya WBP terhadap penderita HIV/AIDS  dan Tuberculosis, sehingga stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA) san TBC dapat dihindari,” tambahnya.

“Dari hasil pemeriksaan terhadap 100 WBP tidak ditemukan adanya hasil reaktif HIV dan uji Tuberculin menunggu 3 hari kedepan,” pungkasnya. (yya/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses