Berita

Lapas Ampana Ikuti FGD Laporan Implementasi Ketahanan Pangan Kemenimipas Secara Daring

37
×

Lapas Ampana Ikuti FGD Laporan Implementasi Ketahanan Pangan Kemenimipas Secara Daring

Sebarkan artikel ini
Lapas Ampana Ikuti FGD Laporan Implementasi Ketahanan Pangan Kemenimipas Secara Daring

TOUNA  – Komitmen dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus ditunjukkan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ampana, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sulawesi Tengah.

Kali ini, Lapas Ampana mengikuti kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Pemanfaatan Lahan Idle untuk Mendukung Ketahanan Pangan” yang diselenggarakan sebagai tindak lanjut Laporan Akhir Implementasi Program Ketahanan Pangan pada Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan oleh Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Selasa (23/6/2026).

Kegiatan FGD ini menjadi forum strategis untuk menggali berbagai potensi pemanfaatan lahan yang belum produktif (idle land) agar dapat dioptimalkan sebagai sarana pendukung ketahanan pangan. 

Melalui diskusi yang berlangsung secara interaktif, para peserta memperoleh wawasan mengenai strategi pengelolaan lahan, pengembangan sektor pertanian, hingga berbagai praktik baik yang telah diterapkan di lingkungan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan.

Baca Juga:  Siapkan Layanan Kunjungan Idul Fitri, Lapas Ampana Koordinasi Dengan Pemkab Touna

FGD dibuka secara langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, serta dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang terpusat di Aula Jusuf Adiwinata Lantai 1 Gedung Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Jakarta Selatan. 

Kegiatan ini juga diikuti oleh seluruh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan Kepala UPT Pemasyarakatan beserta jajaran dari seluruh Indonesia.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Ampana, Febriansyah, bersama jajaran pejabat struktural dan petugas mengikuti kegiatan tersebut secara daring bertempat di Aula Lapas Ampana. 

Partisipasi aktif ini menjadi bentuk nyata komitmen Lapas Ampana dalam mendukung program ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan idle yang menjadi salah satu fokus pengembangan pembinaan kemandirian bagi warga binaan.

Keikutsertaan Lapas Ampana dalam kegiatan ini juga merupakan bagian dari dukungan terhadap program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada bidang ketahanan pangan. 

Baca Juga:  Satlantas Polres Touna Hadir di Tengah Masyarakat Melalui Strong Point Pagi

Selain memperkuat sinergi antar satuan kerja, forum ini menjadi sarana berbagi pengalaman serta menyusun langkah-langkah strategis dalam mengoptimalkan aset yang dimiliki agar memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat maupun warga binaan.

Dalam kegiatan tersebut, para narasumber memaparkan berbagai capaian, tantangan, serta strategi penguatan program ketahanan pangan di masing-masing satuan kerja. 

Diskusi yang berlangsung dinamis diharapkan mampu menghasilkan inovasi dan terobosan baru dalam pemanfaatan lahan yang belum produktif menjadi lahan yang bernilai ekonomis dan berkelanjutan.

Kepala Lapas Ampana, Febriansyah, menyampaikan bahwa pemanfaatan lahan idle memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus memberikan nilai tambah bagi pelaksanaan program pembinaan warga binaan.

Melalui kegiatan FGD ini, kami memperoleh berbagai masukan dan wawasan terkait pengelolaan lahan yang produktif. Hal ini menjadi bekal penting bagi Lapas Ampana dalam mendukung program ketahanan pangan yang berkelanjutan, ujar Febriansyah.

Baca Juga:  Gandeng Dukcapil Touna, Lapas Ampana Laksanakan Perekaman Data Kependudukan dan Pemadanan NIK WBP, Wujudkan Tertib Administrasi dan Pemenuhan Hak

Ia menambahkan, optimalisasi lahan yang tersedia dapat menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui kegiatan pertanian, perkebunan, maupun budidaya lainnya yang bernilai produktif. 

Dengan demikian, program ketahanan pangan tidak hanya memberikan manfaat dari sisi ketersediaan pangan, tetapi juga menjadi wadah peningkatan keterampilan dan kesiapan warga binaan untuk kembali berkontribusi di tengah masyarakat,” tambah Kalapas.

Melalui partisipasi dalam FGD ini, Lapas Ampana menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan sumber daya yang ada secara optimal, efektif, dan berkelanjutan. 

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Lapas Ampana siap menjadi bagian dari perubahan menuju pemasyarakatan yang produktif, mandiri, dan berdampak bagi masyarakat. (*)

 
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses