Berita

Kalapas Ampana Bersama Operator Ikuti Sosialisasi dan Monitoring SPAK-SPKP

1580
×

Kalapas Ampana Bersama Operator Ikuti Sosialisasi dan Monitoring SPAK-SPKP

Sebarkan artikel ini

TOUNA – Kepala Lapas Kelas IIB Ampana, Luther Toding Patandung bersama Operator Survei SPAK-SPKP Luppi Risaldi mengikuti kegitatan Sosialisasi dan Monitoring Survei SPAK-SPKP secara daring melalui Zoom Meeting di Aula Lapas Kelas IIB Ampana, Rabu (9/7/2025).

Kegiatan yang dipusatkan di Aula Kantor Wilayah Imigrasi dan Pemasyarakatan Sulawesi Tengah ini dibuka langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Imigrasi dan Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan dan juga diikuti oleh Seluruh Kepala UPT di Jajaran Kanwil Imigrasi dan Pemasyarakatan Sulawesi Tengah.

Baca Juga:  Program Pembinaan Spiritual, Lapas Ampana Gelar Kajian Keagamaan Islam Rutin Bagi WBP

Narasumber dalam kegiatan ini adalah Basri Hasanudin Latif bersama Tim Pusat Strategi Kebijakan, dalam sosialisasi diberikan informasi terkait Survei SPAK-SPKP yang selanjutnya dilakukan diskusi dan tanya jawab terkait kendala yang di hadapi masing-masing UPT terkait layanan Survei SPAK-SPKP.

Baca Juga:  Lapas Ampana Bagikan Tempat Makan untuk WBP

Dalam kesempatan tersebut Lapas Kelas IIB Ampana menyampaikan kondisi survei dan cara pengambilan responden agar setiap bulannya dapat terpenuhi minimal 30 responden  sehingga nantinya hasil survei dapat menjadi rujukan perbaikan layanan.

Baca Juga:  Kebersihan Terjaga, Lingkungan Lapas Ampana Bersih dan Nyaman

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan wawasan kepada petugas Survei agar dapat mengajak menyarakat untuk turut perpartisipasi membangun Layanan Lapas Ampana menjadi lebih baik dengan berpartisipasi mengisi survey SPAK-SPKP.

#kemenimipas
#guardandguide
#ditjenpas
#pemasyarakatan
#pemasyarakatansulteng
#kakanwil_ditjenpas_sulteng
#lapasampana
#pemasyarakatan_bermanfaat_bagi_masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses