SULUT – Bupati Tojo Una-Una, Ilham turut menghadiri kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) pada 29–30 Mei 2025 di Minahasa Utara, Sulawesi Utara.
Forum yang mengusung tema “Perkuat Solidaritas Daerah dalam Mendukung Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045”, ini menjadi momentum penting bagi para kepala daerah untuk mempererat kolaborasi, menyamakan langkah, dan merumuskan kebijakan pembangunan yang berpihak pada masyarakat serta sejalan dengan arah pembangunan nasional.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Ilham menyampaikan bahwa keikutsertaan Kabupaten Tojo Una-Una bukan hanya sebagai bentuk partisipasi, melainkan juga sebagai komitmen untuk turut aktif dalam membangun kekuatan daerah yang solid dalam mendukung agenda besar bangsa.
“Kami percaya bahwa pembangunan nasional tidak bisa berdiri sendiri tanpa penguatan daerah. Tojo Una-Una, meski berada di wilayah 3T yang memiliki tantangan tersendiri, siap menjadi bagian dari upaya kolektif mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ucap Bupati Ilham.
“Solidaritas antar daerah adalah kunci, dan di forum ini kami memperjuangkan agar daerah-daerah kepulauan juga mendapat perhatian dalam hal infrastruktur dasar, akses energi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan,” ujar Bupati Ilham.

Bupati Ilham menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una akan terus membangun komunikasi aktif dengan pemerintah pusat serta menjalin kerja sama antar daerah untuk mempercepat pembangunan.
“Kami berharap semangat yang terbangun dalam Apkasi Munas dapat menjadi pemicu semangat baru bagi seluruh pemimpin daerah. Kami membawa semangat kolaborasi, bukan kompetisi. Karena kami yakin, hanya dengan bergandengan tangan, daerah-daerah di Indonesia bisa tumbuh bersama dan menjadi pondasi kokoh bagi cita-cita besar bangsa,” tutupnya.
Kegiatan Munas Apkasi 2025 ini diikuti oleh ratusan kepala daerah dari seluruh penjuru Indonesia, dan menjadi ajang penting dalam menyatukan visi serta memperkuat peran daerah dalam pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Sumber: Prokopim Touna

