Berita

Monev Layanan Dapur Lapas Ampana, Kanwil Ditjenpas Sulteng Pastikan Kualitas dan Keamanan Pangan WBP

7
×

Monev Layanan Dapur Lapas Ampana, Kanwil Ditjenpas Sulteng Pastikan Kualitas dan Keamanan Pangan WBP

Sebarkan artikel ini
Kanwil Ditjenpas Sulteng Laksanakan Monev Layanan Dapur di Lapas Ampana, Sabtu (29/8). Foto: Humas

TOUNA – Memastikan kualitas pelayanan pemasyarakatan berjalan optimal, Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Maulana Luthfiyanto, melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) layanan dapur di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ampana, Sabtu (29/8).

Kegiatan tersebut disambut langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Ampana, Febriansyah, bersama jajaran pejabat struktural. Monev dilakukan sebagai bagian dari penguatan pengawasan terhadap penyelenggaraan layanan dapur, khususnya dalam pengelolaan bahan makanan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Dalam monitoring tersebut, Maulana meninjau secara langsung sejumlah aspek penting, mulai dari ketersediaan dan kondisi bahan makanan, proses penerimaan dan penyimpanan, kebersihan area dapur, kesiapan petugas, hingga proses pengolahan makanan sebelum didistribusikan kepada WBP.

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pengelolaan makanan berjalan tertib dengan memperhatikan aspek kebersihan, keamanan pangan, kecukupan bahan, serta ketepatan waktu penyajian.

Baca Juga:  Hari Pertama Ops Keselamatan Tinombala 2023, 65 Pengendara di Touna Kena Teguran Polisi

Hasil monitoring secara umum menunjukkan bahwa layanan dapur Lapas Ampana telah berjalan dengan baik. Ketersediaan bahan makanan terpantau mencukupi, area dapur dalam kondisi bersih, dan petugas menunjukkan kesiapan dalam melaksanakan proses pengolahan hingga pendistribusian makanan sesuai jadwal.

Meski demikian, Maulana menekankan pentingnya meningkatkan ketelitian, terutama dalam menangani bahan makanan yang telah diolah maupun makanan yang siap dikonsumsi.

“Monitoring dan evaluasi ini kami lakukan untuk memastikan seluruh pelayanan pengelolaan bahan makanan bagi WBP berjalan sesuai standar. Kami mendorong jajaran agar tetap teliti dalam setiap proses, mulai dari penerimaan bahan, pengolahan, hingga makanan siap disajikan, sehingga kualitas, kebersihan, dan keamanan makanan tetap terjaga,” ujar Maulana.

Baca Juga:  Cegah Kebakaran Lahan, Kapolsek Ulubongka Imbau Warga Tidak Membakar Saat Buka Lahan

Ia juga meminta petugas mempertahankan kondisi dapur yang bersih dan tertata serta menjalankan setiap prosedur secara konsisten. Menurutnya, pengawasan secara berkelanjutan penting untuk mencegah kekeliruan sekaligus menjaga mutu pelayanan kepada warga binaan.

Bagi Lapas Ampana, layanan dapur merupakan bagian dari pelayanan dasar yang harus diberikan secara profesional. Pengelolaan bahan makanan membutuhkan ketelitian, kedisiplinan, serta koordinasi antarpelaksana agar seluruh proses berjalan efektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Ampana, Febriansyah, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan monitoring dan evaluasi tersebut. Ia memastikan setiap arahan dan masukan yang diberikan akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan dapur.

“Kami siap menindaklanjuti setiap arahan dan masukan hasil monitoring. Pengelolaan dapur merupakan salah satu layanan penting bagi WBP, sehingga kami berkomitmen memastikan seluruh proses dilaksanakan secara tertib, higienis, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkap Febriansyah.

Baca Juga:  Program Jumat Curhat, Polres Touna Kembali Terima Aspirasi dan Keluhan Masyarakat

Febriansyah menambahkan, penguatan pengawasan secara berkala menjadi bagian penting dalam menjaga konsistensi pelayanan. Jajaran Lapas Ampana akan terus melakukan pembenahan terhadap hal-hal yang masih perlu ditingkatkan, sekaligus mempertahankan standar pelayanan yang telah berjalan dengan baik.

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, Lapas Ampana menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan pemasyarakatan yang berkualitas, transparan, dan berorientasi pada pemenuhan hak-hak dasar warga binaan. Pengelolaan dapur yang tertib, higienis, dan aman diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang sehat, layak, dan humanis. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses