Berita

Kabagtum Kanwil Ditjenpas Sulteng Beri Penguatan Peserta Maganghub di Lapas Ampana

0
×

Kabagtum Kanwil Ditjenpas Sulteng Beri Penguatan Peserta Maganghub di Lapas Ampana

Sebarkan artikel ini

TOUNA – Menyiapkan generasi muda yang disiplin, berintegritas, dan siap menghadapi dunia kerja, Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sulawesi Tengah, Maulana Luthfiyanto, memberikan penguatan dan pengarahan kepada peserta Maganghub Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) yang melaksanakan program magang di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ampana, Sabtu (29/8).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Sivia Patuju Lapas Kelas IIB Ampana tersebut dihadiri Kepala Lapas Kelas IIB Ampana, Febriansyah, jajaran pejabat struktural selaku mentor, serta para peserta magang yang telah melalui proses verifikasi dan dinyatakan memenuhi persyaratan mengikuti program.

Dalam arahannya, Maulana menekankan bahwa program magang bukan sekadar kesempatan memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga menjadi ruang untuk membentuk karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan beradaptasi di lingkungan profesional.

Ia mengingatkan peserta untuk memahami dan menaati seluruh ketentuan yang berlaku selama berada di lingkungan Lapas. Kepatuhan terhadap aturan, menurutnya, merupakan bagian penting dalam membangun sikap kerja yang bertanggung jawab.

“Selama melaksanakan magang, saya berharap adik-adik dapat menaati seluruh peraturan yang ada, menjaga sikap dan sopan santun, serta menunjukkan tanggung jawab dalam setiap tugas yang diberikan. Berikan yang terbaik selama mengikuti kegiatan magang,” ujar Maulana.

Baca Juga:  Sinergi Lapas Ampana dan KPU Touna Dalam Pemutakhiran Data WBP

Selain kedisiplinan, Maulana juga menekankan pentingnya etika dan kemampuan berkomunikasi. Menurutnya, kualitas seseorang di dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga bagaimana ia bersikap, menghargai orang lain, menerima arahan, dan mampu menempatkan diri.

Ia mendorong para peserta memanfaatkan program Maganghub secara maksimal dengan aktif bertanya, belajar dari mentor, memahami mekanisme kerja, serta mengembangkan kemampuan dan wawasan. Kemampuan bekerja sama dan berkomunikasi dengan pegawai juga dinilai menjadi bekal penting ketika peserta memasuki dunia kerja secara penuh.

Maulana turut memberikan motivasi agar peserta menjadikan program magang sebagai proses pembelajaran berkelanjutan.

“Kalau ingin menuju kesuksesan, kita harus mau belajar, mau menerima nasihat, dan terbuka terhadap kritik serta masukan. Karena setiap nasihat yang baik merupakan bagian dari proses untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” pesannya.

Ia juga mengingatkan peserta agar mampu menyelesaikan pekerjaan secara efektif tanpa mengabaikan ketentuan yang berlaku.

“Pekerjaan jangan dibuat susah. Kalau ada cara yang lebih mudah, lebih efektif, dan tetap sesuai aturan, lakukan dengan sebaik-baiknya. Yang penting bukan sekadar pekerjaan selesai, tetapi bagaimana pekerjaan itu dapat diselesaikan dengan tepat dan bertanggung jawab,” lanjutnya.

Baca Juga:  Asik Standing di Jalan Raya, Pengendara Sepeda Motor di Touna Diamankan Polisi

“Di mana pun kita berada dan di mana pun kita bekerja, tanamkan pikiran yang positif terlebih dahulu. Ketika kita membawa sikap positif, mau bekerja sama, dan memberikan yang terbaik, insyaallah hasil yang kita dapatkan juga akan menjadi lebih baik,” tambah Maulana.

Para peserta menyimak dengan baik seluruh arahan yang diberikan. Pembekalan tersebut menjadi bekal sekaligus motivasi bagi peserta untuk menjalani program magang dengan lebih disiplin dan bertanggung jawab.

Salah seorang peserta mengapresiasi pengarahan tersebut dan menilai materi yang disampaikan memberikan pemahaman mengenai etika serta tanggung jawab di lingkungan kerja.

“Pengarahan ini menjadi motivasi bagi kami untuk lebih disiplin, menjaga sikap, serta memberikan yang terbaik selama mengikuti kegiatan magang di Lapas Kelas IIB Ampana. Kami juga mendapatkan banyak pelajaran mengenai etika dan tanggung jawab di lingkungan kerja,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Ampana, Febriansyah, menyampaikan kesiapan jajarannya dalam memberikan ruang belajar dan pengalaman kerja yang positif bagi para peserta.

Baca Juga:  Lapas Ampana Ikuti Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI

Menurutnya, pelaksanaan program magang di Lapas Ampana diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman praktis, tetapi juga mengenalkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan budaya kerja di lingkungan instansi pemerintah.

“Kami berharap para peserta dapat mengikuti seluruh proses magang dengan sungguh-sungguh, memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar, serta membangun komunikasi yang baik dengan para mentor dan seluruh jajaran. Jadikan setiap tugas dan pengalaman yang diperoleh sebagai bekal untuk menghadapi dunia kerja ke depan,” ujar Febriansyah.

Ia menambahkan, jajaran Lapas Ampana akan memberikan pendampingan sesuai tugas dan bidang masing-masing agar peserta memperoleh pengalaman yang bermanfaat selama mengikuti program.

Melalui kegiatan tersebut, Lapas Kelas IIB Ampana turut mengambil bagian dalam mempersiapkan generasi muda yang disiplin, beretika, bertanggung jawab, adaptif, dan profesional.

Program Maganghub diharapkan menjadi jembatan bagi peserta untuk menghubungkan pengetahuan dengan pengalaman nyata di dunia kerja, sekaligus membangun kepercayaan diri dalam menghadapi tantangan profesional di masa mendatang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses