Kesehatan

Cegah DBD, Dinkes P2KB Touna Lakukan Fogging

227
×

Cegah DBD, Dinkes P2KB Touna Lakukan Fogging

Sebarkan artikel ini

TOUNA – Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) melaksanakan kegiatan pengasapan (fogging) dalam rangka pencegahan penyakit menular demam berdarah di Kabupaten Tojo Una-Una.

Fogging ini dengan menggunakan mesin khusus yang mencampur insektisida untuk memberantas nyamuk dewasa, khususnya penyebab demam berdarah (Aedes aegypti), di sejumlah wilayah yang terindikasi penularan.

Pelaksana Tugas Harian Dinkes P2KB Hardi menjelaskan, kegiatan pemberantasan tersebut sudah dilakukan di enam kecamatan wilayah kepulauan yang tercatat terdapat kasus demam berdarah, baik yang disebabkan oleh faktor lingkungan maupun bawaan dari luar daerah. 

Baca Juga:  Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Pemkab Touna Gelar Upacara

“Selanjutnya, untuk wilayah daratan seperti Kecamatan Ampana Kota, Ratolindo, dan Ampana Tete juga menjadi sasaran pengasapan sekaligus pembagian bubuk abate ke rumah-rumah warga,” jelas Hardi, Selasa (18/8/2026).

Baca Juga:  Kadis Kominfo Touna Berkunjung ke Kantor Kompas Media Group

Hardi mengatakan, bahwa Dinkes P2KB juga telah berkoordinasi dengan petugas surveilans terkait perkembangan penyakit menular demam berdarah di Kabupaten Tojo Una-Una.

“Semua langkah yang kami lakukan sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku dan kami kerahkan semaksimal mungkin,” ujarnya.

Ia berharap ke depannya upaya pencegahan lebih diprioritaskan daripada penanganan. Lebih baik kita mencegah dan memberantas DBD sejak dini.

Baca Juga:  Wakil Bupati Touna Buka Bimtek Strategi Percepatan Penurunan Stunting

“Untuk memperkuat upaya tersebut, Dinkes P2KB membutuhkan dukungan dan sinergi Dinas PMD hingga ke tingkat kecamatan dan desa guna menyampaikan himbauan kepada warga agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan, mengubur barang bekas, serta tidak membiarkan adanya genangan air yang dapat menjadi sarang nyamuk penular demam berdarah maupun malaria,” tukasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses