TOUNA – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Makanu Litanfidh Amri Alsalaa di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Ampana, Rabu (25/2/2026).
Pada bulan suci Ramadhan 1447 H yang penuh berkah ini, Lapas Kelas IIB Ampana menerima bantuan 40 buah Al-Qur’an dari Kementerian Agama Kabupaten Tojo Una-Una sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap pembinaan kerohanian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Penyaluran Al-Qur’an tersebut menjadi momentum istimewa dalam memperkuat pembinaan spiritual bagi WBP yang beragama Islam.
Di tengah keterbatasan ruang dan waktu, pembinaan kerohanian menjadi pondasi penting dalam membentuk karakter, memperbaiki diri, serta menumbuhkan harapan baru bagi para WBP selama menjalani masa pidana.
Kegiatan ini merupakan implementasi dari komitmen kerja sama yang telah terjalin antara Lapas Kelas IIB Ampana dan Kementerian Agama Kabupaten Tojo Una-Una melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebelumnya.
Sinergitas tersebut tidak hanya tertuang dalam dokumen formal, tetapi benar-benar diwujudkan melalui aksi nyata yang menyentuh langsung kebutuhan pembinaan rohani di dalam Lapas.
Melalui bantuan ini, Kementerian Agama menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab moral dalam mendukung proses pembinaan, agar WBP tidak hanya menjalani hukuman secara administratif, tetapi juga mengalami proses pembenahan diri secara spiritual.
Penyerahan 40 buah Al-Qur’an dilakukan langsung oleh Kasi Seksi Bimas Islam Kementerian Agama Kabupaten Tojo Una-Una kepada pihak Lapas, yang diterima oleh Kepala Subbagian Tata Usaha, Ilham Adi Susanto, bersama Moh. Fuad, serta disaksikan oleh para WBP.
Suasana penyerahan berlangsung penuh haru dan rasa syukur. Bagi para WBP, Al-Qur’an bukan sekadar kitab suci, tetapi menjadi cahaya penerang hati, penuntun langkah, serta sumber ketenangan batin dalam menjalani hari-hari pembinaan.
Dalam sambutannya, Kasi Bimas Islam menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata Kementerian Agama dalam memperkuat pembinaan kerohanian di dalam Lapas.
Menurutnya, pembinaan spiritual memiliki peran strategis dalam membentuk pribadi yang lebih baik, menumbuhkan kesadaran, serta memperkuat nilai-nilai keimanan dan ketakwaan.
Mewakili Kepala Lapas Kelas IIB Ampana, Kepala Subbagian Tata Usaha Ilham Adi Susanto menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kementerian Agama Kabupaten Tojo Una-Una atas perhatian dan dukungan yang diberikan.
Ia menegaskan bahwa pembinaan kerohanian merupakan salah satu program prioritas dalam membentuk WBP agar menjadi pribadi yang lebih baik dan siap kembali ke tengah masyarakat.
Bantuan Al-Qur’an ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal dalam kegiatan tadarus, kajian keagamaan, serta pembelajaran baca tulis Al-Qur’an selama bulan Ramadhan dan seterusnya.
Diharapkan, dengan tersedianya Al-Qur’an yang memadai, para WBP semakin termotivasi untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbaiki akhlak, serta menumbuhkan kesadaran untuk tidak mengulangi kesalahan di masa lalu.
Pembinaan kerohanian bukan sekedar rutinitas, tetapi menjadi proses transformasi diri yang berkelanjutan.
Semoga sinergi yang telah terjalin antara Lapas Kelas IIB Ampana dan Kementerian Agama Kabupaten Tojo Una-Una terus berlanjut dan semakin kuat dalam menghadirkan program-program pembinaan yang konstruktif dan humanis.
Adapun kemanfaatan dari kegiatan ini tidak hanya dirasakan selama bulan Ramadhan, tetapi juga dalam jangka panjang, sebagai bekal spiritual bagi WBP untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti.
Dengan hati yang tercerahkan dan iman yang diperkuat, diharapkan mereka mampu kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih bertanggung jawab, berakhlak mulia, serta bermanfaat bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya. (*)



