Berita

Di Balik Jeruji, Iman Tetap Bertumbuh: WBP Lapas Ampana Khidmat Ikuti Ibadah Minggu

96
×

Di Balik Jeruji, Iman Tetap Bertumbuh: WBP Lapas Ampana Khidmat Ikuti Ibadah Minggu

Sebarkan artikel ini

TOUNA – Suasana penuh khidmat dan damai menyelimuti Gereja Oikumene Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Ampana pada Minggu, 22 Februari 2026, pukul 09.00 WITA hingga selesai. Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang beragama Nasrani dengan penuh sukacita mengikuti Ibadah Minggu sebagai bagian dari pembinaan kerohanian yang rutin dilaksanakan di dalam lapas.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa di balik tembok pembinaan, semangat untuk bertumbuh dalam iman dan memperbaiki diri tetap menyala. Ibadah bukan sekadar rutinitas, melainkan momentum refleksi dan penguatan hati bagi para WBP dalam menjalani masa pidana.

Pembinaan kerohanian di Lapas Ampana bertujuan menanamkan nilai-nilai spiritual, membangun karakter, serta menumbuhkan kesadaran moral dan tanggung jawab pribadi. Melalui kegiatan ibadah, WBP diajak untuk merenungkan perjalanan hidup, memperbaiki kesalahan masa lalu, serta menumbuhkan harapan baru untuk masa depan yang lebih baik. Pendekatan ini diharapkan mampu membentuk pribadi yang lebih sabar, rendah hati, dan siap kembali ke tengah masyarakat sebagai insan yang lebih bijaksana.

Baca Juga:  Pembinaan Spritual di Lapas Ampana Dengan Kajian Ilmu Tauhid

Ibadah dipimpin oleh Alfrida C. Baramuli, S.Th., dari GKST Calvary Ampana, di bawah naungan Pembimas Kementerian Agama Kabupaten Tojo Una-Una. Kegiatan ini terlaksana berkat sinergi dan kerja sama yang harmonis antara Lapas Kelas IIB Ampana dan Kementerian Agama Kabupaten Tojo Una-Una, sehingga pelayanan rohani dapat terus berjalan secara berkesinambungan.

Turut hadir dalam ibadah tersebut Kepala Lapas Kelas IIB Ampana, Luther Toding Patandung bersama istri, Ka.KPLP Finley E. Ruindungan, serta seluruh WBP Nasrani. Kebersamaan antara pimpinan dan warga binaan dalam satu ruang ibadah mencerminkan suasana kekeluargaan dan pembinaan yang humanis.

Dalam khotbahnya, Alfrida C. Baramuli membawakan firman Tuhan dari Kitab Yeremia 29:11 dengan tema “Tuhan Tidak Pernah Salah.” Ayat tersebut menyampaikan pesan bahwa Tuhan memiliki rancangan damai sejahtera dan penuh harapan bagi setiap umat-Nya. Di tengah keterbatasan dan masa sulit, Tuhan tetap menyiapkan masa depan yang baik bagi mereka yang percaya dan berserah kepada-Nya.

Dengan bahasa yang menyentuh hati, beliau menjelaskan bahwa setiap proses kehidupan, termasuk masa pembinaan di dalam lapas, merupakan bagian dari rencana Tuhan untuk membentuk pribadi yang lebih kuat dan lebih baik. Tidak ada perjalanan hidup yang sia-sia ketika dijalani dengan iman dan pertobatan yang sungguh.

Baca Juga:  Diawasi Petugas Jaga, Warga Binaan Lapas Ampana Laksanakan Jumat Bersih

Di akhir khotbah, Alfrida menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada pihak Lapas yang telah membuka ruang pelayanan bagi gereja-gereja di sekitar Ampana Kota. Ia berharap kerja sama ini terus terjalin sehingga para WBP tetap memperoleh siraman rohani selama menjalani masa pidana. Dengan penuh harap, ia juga mendoakan agar kelak setelah bebas, para WBP dapat menjadi pribadi yang lebih baik, berguna bagi keluarga, gereja, dan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Lapas Kelas IIB Ampana, Luther Toding Patandung, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pendeta di wilayah Ampana Kota di bawah naungan Pembimas Kementerian Agama Kabupaten Tojo Una-Una atas dukungan dan komitmen dalam pembinaan kerohanian yang berjalan secara konsisten. Ia berharap kegiatan ini terus berlanjut sebagai bagian penting dari proses pembentukan karakter WBP.

Baca Juga:  Satu Orang WBP Lapas Ampana Kembali Berikan Hak Integrasi

Dalam momen yang penuh haru, beliau juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jemaat dan WBP apabila selama memimpin Lapas masih terdapat kekurangan. Ia mengakui bahwa ketegasan dan disiplin yang diterapkan selama ini merupakan bagian dari tanggung jawab untuk memastikan keberhasilan pembinaan. Menjelang masa purna baktinya yang tinggal menghitung hari dan rencana serah terima jabatan pada akhir Februari, beliau berharap seluruh jajaran dan WBP tetap menjaga semangat pembinaan, kedisiplinan, serta nilai-nilai kebaikan yang telah dibangun bersama.

Ibadah Minggu ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan di Lapas Ampana tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada penguatan spiritual dan pembentukan karakter. Melalui siraman rohani yang berkelanjutan, diharapkan seluruh WBP dapat menjalani masa pembinaan dengan lebih bermakna, memperbaiki diri, serta mempersiapkan masa depan yang penuh harapan. (*)

   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *