TOUNA – Polemik dugaan intimidasi dan perampasan ponsel milik seorang jurnalis, berinisial JD, oleh oknum anggota Polres Tojo Una-Una yang terjadi pada Kamis (12/02/2026) yang lalu akhirnya menemui titik terang.
Melalui mediasi yang dipimpin langsung oleh Wakapolres Tojo Una-Una, Kompol Mulyadi, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan kesalahpahaman tersebut secara kekeluargaan, Minggu (15/02/2026).
Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Wakapolres tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat utama Polres Tojo Una-Una, termasuk Kasi Propam, Kasi Humas, serta perwakilan organisasi pers PJS (Pro Jurnalis Media Siber).
Wakapolres Tojo Una-Una, Kompol Mulyadi, menegaskan bahwa institusinya sangat menyayangkan insiden yang mencederai hubungan kemitraan antara Polri dan pers. Ia mengatakan bahwa pihaknya telah mengambil langkah cepat sejak isu ini mencuat di media online.
“Kami tidak tinggal diam. Sejak tanggal 13 Februari, saya telah memerintahkan Seksi Propam untuk menerbitkan Surat Perintah Penyelidikan guna mendalami dugaan intimidasi dan perampasan ponsel tersebut,” tegas Kompol Mulyadi.
Lebih lanjut, Mulyadi menjelaskan bahwa serangkaian tindakan telah dilakukan, mulai dari pemeriksaan saksi-saksi hingga pemeriksaan saksi korban. Meski kesepakatan damai telah ditandatangani hari ini, ia mengingatkan jajarannya agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Dalam mediasi tersebut, pihak oknum anggota (Pihak Pertama) dan JD (Pihak Kedua) sepakat untuk saling memaafkan atas kekeliruan yang terjadi. Kedua belah pihak menyadari adanya kekeliruan komunikasi di lapangan.
Menutup pertemuan tersebut, Kompol Mulyadi memastikan bahwa administrasi kesepakatan damai telah dirampungkan oleh Propam Tojo Una-Una sebagai basis penyelesaian perkara secara kekeluargaan.
“Hari ini berkas kesepakatan damai sudah dibuat. Kami berharap ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh anggota di lapangan untuk selalu mengedepankan sikap humanis dan menghormati kerja-kerja jurnalistik yang dilindungi undang-undang,” pungkasnya.
Pertemuan yang berlangsung selama satu jam tersebut berakhir dalam situasi yang kondusif, menandai kembalinya sinergitas antara Polres Tojo Una-Una dan awak media di wilayah hukum setempat.



