Berita

Kalapas Ampana Pimpin Briefing Pembagian Tugas untuk Rencana Aksi 100 Hari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan

1274
×

Kalapas Ampana Pimpin Briefing Pembagian Tugas untuk Rencana Aksi 100 Hari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan

Sebarkan artikel ini

TOUNA – Dalam upaya menyukseskan rencana aksi 100 hari kerja Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Ampana, Luther Toding Patandung, SH, MH menggelar briefing bersama jajaran staf di aula Sivia Patuju, Senin (4/11/24).

Briefing ini bertujuan untuk membahas pembagian tugas di antara para petugas dan memastikan seluruh rencana kerja dapat diimplementasikan secara optimal.

Hadir dalam Briefing ini, Kepala Seksi, pejabat struktural, dan staf, Kalapas menyampaikan enam poin penting yang menjadi fokus utama dalam rencana aksi ini.

Baca Juga:  KA. KPLP dan Kasi Adm Kamtib Lapas Ampana Berikan Penguatan Tusi Kepada Rupam

Salah satu prioritas adalah pemberantasan narkoba dan upaya pencegahan penipuan online yang sering kali dilakukan oleh warga binaan.

“Ini adalah komitmen kita untuk memastikan Lapas Ampana terbebas dari segala bentuk pelanggaran yang dapat merusak citra pemasyarakatan,” tegas Luther.

Selain itu, Kalapas menekankan pentingnya pemberdayaan warga binaan dalam program ketahanan pangan, yang tidak hanya membantu suplai pangan internal tetapi juga memberikan keterampilan tambahan kepada warga binaan.

Baca Juga:  KPLP Kawal Langsung Distribusi Sampah Keluar Lapas Ampana

“Lapas Ampana juga berencana meningkatkan produksi UMKM di dalam lapas dengan melibatkan warga binaan dalam pengembangan produk-produk kreatif,” ujarnya.

Program bantuan sosial untuk warga binaan kurang mampu juga menjadi bagian dari rencana aksi ini. Kalapas berharap bantuan ini dapat meringankan beban mereka dan memberikan dampak positif dalam pembinaan sosial.

Permasalahan overcapacity yang menjadi isu di banyak lapas pun diangkat sebagai salah satu prioritas.

Baca Juga:  Sholat Jumat Berjamaah di Lapas Ampana, Tingkatkan Ketakwaan Warga Binaan

Luther menyampaikan, solusi jangka panjang dalam mengatasi overcrowding adalah dengan membangun fasilitas lapas modern yang lebih memadai dan layak untuk kebutuhan warga binaan.

Dengan arahan yang disampaikan, Luther berharap seluruh jajaran bekerja dengan sinergi dan semangat tinggi untuk menyukseskan rencana aksi 100 hari ini, sehingga Lapas Ampana dapat menjadi contoh bagi lembaga pemasyarakatan lainnya dalam mendukung kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. ****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses