Berita

Pegawai Lapas Ampana Ikuti Bimbingan Teknis Penyusunan Dokumen Manajemen dan Tata Kelola SPBE Secara Daring

1284
×

Pegawai Lapas Ampana Ikuti Bimbingan Teknis Penyusunan Dokumen Manajemen dan Tata Kelola SPBE Secara Daring

Sebarkan artikel ini

TOUNA – Pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ampana mengikuti Bimbingan Teknis Penyusunan Dokumen Manajemen dan Tata Kelola Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) serta Mekanisme Penyatuan Ruang Server. 

Kegiatan ini diselenggarakan secara daring oleh Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Selasa (15/10/24).

Bimbingan teknis ini diadakan untuk memperkuat tata kelola SPBE di seluruh unit kerja di bawah Kementerian Hukum dan HAM, termasuk Lapas Ampana. Dalam kegiatan tersebut, disampaikan berbagai hal penting terkait upaya percepatan dalam mencapai target kinerja yang telah ditetapkan oleh kementerian, termasuk langkah-langkah teknis penyusunan dokumen manajemen dan tata kelola yang efektif.

Baca Juga:  Kasat Lantas Touna Ajak Masyarakat Tertib Berlalu Lintas

Beberapa poin utama yang menjadi perhatian dalam bimbingan teknis ini adalah:

Percepatan Pencapaian Target Kinerja

Para peserta bimbingan teknis mendapatkan arahan mengenai langkah-langkah percepatan untuk mencapai target kinerja yang telah ditetapkan oleh Kementerian Hukum dan HAM. Hal ini melibatkan penyusunan dokumen manajemen dan tata kelola SPBE secara efektif serta implementasi tata kelola ruang server yang sesuai standar.

Indikator Reformasi Birokrasi (RB) Meso

Baca Juga:  Keluarga Besar Lapas Ampana mengucapkan Selamat Ulang Tahun kepada Inspektur Jenderal Kemenkumham RI

Kegiatan ini juga menyoroti pentingnya indikator Reformasi Birokrasi (RB) meso, yang menjadi fokus dalam capaian kinerja kementerian. Salah satu indikator kinerja utama yang disampaikan adalah peningkatan indeks SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik) di lingkungan Kemenkumham.

Peningkatan Indeks SPBE

Peningkatan indeks SPBE dinilai sangat penting untuk mendukung agenda reformasi birokrasi yang berkelanjutan. Dalam bimbingan ini, dijelaskan bahwa peningkatan indeks SPBE membutuhkan kontribusi aktif dari seluruh satuan kerja, termasuk kantor wilayah dan unit pelaksana teknis seperti Lapas Ampana. Setiap unit kerja diharapkan untuk terus memperbaiki tata kelola dan manajemen SPBE sesuai pedoman yang telah ditetapkan.

Baca Juga:  Warga Binaan Kristen Lapas Ampana Ikuti Ibadah Minggu Dengan Khidmat

Bimbingan teknis ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dan kompetensi pegawai Lapas Ampana dalam pengelolaan dokumen manajemen SPBE serta mendorong percepatan pencapaian target reformasi birokrasi di seluruh unit kerja Kemenkumham.

Dengan diikutinya bimbingan teknis ini, Lapas Kelas IIB Ampana berkomitmen untuk terus meningkatkan tata kelola pemerintahan yang berbasis elektronik guna mendukung upaya reformasi birokrasi dan mencapai kinerja yang optimal. (Red/HumasLaspana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses