KABAR AMPANA – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Ampana, di bawah naungan Kanwil Kemenkumham Sulteng, melanjutkan pelatihan kemandirian dengan memasuki hari ke-5, pada Selasa (9/7/24).
Pelatihan ini merupakan bagian dari program pembinaan yang bertujuan untuk memberikan bekal keterampilan kepada warga binaan untuk masa depan mereka setelah selesai menjalani masa pidana.
Pelatihan kemandirian terus berlanjut dengan antusiasme tinggi dari peserta. Fokus pelatihan kali ini adalah pada keterampilan pengelasan dan meubel. Pelatihan dipandu oleh instruktur berpengalaman dari UPT Balai Latihan Kerja (BLK).
Tujuan utama pelatihan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis yang dapat digunakan oleh warga binaan setelah mereka keluar dari lapas.
Dengan keterampilan yang mereka peroleh, warga binaan diharapkan dapat lebih mudah mendapatkan pekerjaan atau bahkan memulai usaha sendiri, sehingga dapat menjalani kehidupan yang lebih baik dan mandiri.
Kalapas Ampana Mansur Yunus Gafur menegaskan pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian warga binaan dengan memberikan mereka keterampilan yang berdaya guna.
“Keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat membantu warga binaan dalam proses reintegrasi ke masyarakat, sehingga mereka dapat menjadi anggota masyarakat yang produktif dan berkontribusi positif,” ujarnya
“Dengan memiliki keterampilan yang dapat diandalkan, diharapkan tingkat pengulangan pelanggaran oleh warga binaan akan berkurang, karena mereka memiliki peluang lebih besar untuk menjalani kehidupan yang lebih baik dan stabil,” pungkasnya.
Pelatihan kemandirian hari ke-5 di Lapas Kelas IIB Ampana berjalan dengan baik dan lancar. Kegiatan ini menunjukkan komitmen Lapas Ampana dalam memberikan pembinaan yang bermanfaat bagi warga binaan.
Dengan keterampilan yang diperoleh, warga binaan diharapkan dapat memiliki masa depan yang lebih cerah setelah menyelesaikan masa hukuman mereka. (Red/Humas Laspana)

