Politik

Maju Caleg DPRD Provinsi Sulteng, Salim Makaruru Terus Mantapkan Strategi Raih Simpati dan Dukungan Masyarakat

413
×

Maju Caleg DPRD Provinsi Sulteng, Salim Makaruru Terus Mantapkan Strategi Raih Simpati dan Dukungan Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Moh. Salim Makaruru, Sosok Sederhana dan Merakyat Calon DPRD Prop Sulteng 2024.

TOUNA – Moh. Salim Makaruru yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua II DPRD Tojo Una-Una mengaku optimis maju sebagai optimis akan maju sebagai calon legislatif (Caleg) DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Dapil 5 meliputi Kabupaten Poso dan Kabupaten Tojo Una Una.

Sekretaris DPD PAN Kabupaten Touna tersebut terus memantapkan strategi-strategi yang akan digunakan untuk meraih simpati dan dukungan, yakni dengan bekerja melayani masyarakat.

“Insya allah di tanggal 14 Februari 2024 nanti, agar supaya masyarakat tidak salah pilih, sesuai dengan hati nuraninya,” ucap Salim sapaan akrabnya saat berbicang dengan wartawan, Selasa (27/06/23).

Salim mengatakan, untuk strategi dan langkah- langkah itu sekarang ini tidak boleh kita buka secara lugas apalagi di media. Insya Allah Langkah dan strategi-strategi itu ada di kita dan terus kita mantapkan.

“Target jelas kita telah punyai target itu dan saya juga sudah dua tahun yang lalu telah mengkampanyekan diri  untuk maju di DPRD Provinsi Sulteng Dapil 5,” katanya.

“Untuk nomor urut sudah berkomunikasi dengan teman-teman DPW Provinsi dikasih nomor urut 4 dan sudah tersosialisasi di masyarakat,” ungkapnya.

Salim menambahkan, bahwa selaku Sekretaris DPD PAN Kabupaten Tojo Una-Una baik disetiap sela-sela rapat internal menghimbau kepada teman-teman bakal calon dan penguruss dalam menghadapi Pileg agar tidak saling menjatuhkan baik lawan lawan politik apalagi di internal maupun Eksternal.

“Dalam bersosialisasi kita harus memberikan edukasi kepada masyarakat, ketika kita tidak disuka ya, berarti memang betul tidak suka, jangan lagi kita karena tidak suka kita menjatuhkan yang lain,” tambahnya.

Apalagi, kata Salim, kita juga diwanti-wanti oleh pengurus DPP untuk melakukan kampanye atau sosialisasi dengan hal-hal yang bijak, tanpa ada melakukan intimidasi, provokasi dan lain-lain.

“Karena ini adalah momentum masyarakat untuk menentukan pilihannya, berpesta, Pesta demokrasi jadi tidak ada tekanan tidak ada intimidasi tapi masyarakat dipersilahkan untuk memilih sesuai dengan hati nurani masyarakat,” tukasnya.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.