Berita

Lapas Ampana Perketat Pemeriksaan BAMA, Pastikan Aman dan Sesuai Standar

1
×

Lapas Ampana Perketat Pemeriksaan BAMA, Pastikan Aman dan Sesuai Standar

Sebarkan artikel ini

TOUNA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ampana terus memperketat pengawasan terhadap penerimaan bahan makanan (BAMA) bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Pemeriksaan dilakukan secara rutin dan menyeluruh untuk memastikan setiap bahan makanan yang diterima memenuhi standar keamanan, kualitas, kuantitas, serta sesuai dengan kebutuhan menu harian.

Kegiatan pemeriksaan tersebut dilaksanakan pada Rabu (26/8/2026) di area Pintu Pengamanan Utama (P2U) Lapas Kelas IIB Ampana, sebelum bahan makanan diperbolehkan masuk ke lingkungan Lapas.

Pemeriksaan dilakukan langsung oleh Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik/Giatja) Lapas Kelas IIB Ampana, I Wayan Sucana, bersama staf pengelola bahan makanan, Dicki Arisandi.

Setiap bahan makanan yang dikirim oleh penyedia diperiksa secara cermat dengan mengacu pada nota pesanan dan siklus menu 10 hari. Pemeriksaan meliputi jenis bahan, jumlah, kondisi fisik, hingga penimbangan untuk memastikan kuantitas yang diterima sesuai dengan kebutuhan dan daftar pengiriman.

Baca Juga:  Lapas Ampana Terima Kunjungan Kerja BPJS Kesehatan Touna

Pemeriksaan BAMA menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga kualitas layanan konsumsi bagi WBP. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari tindak lanjut arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan agar jajaran pemasyarakatan meningkatkan pengawasan terhadap proses penyediaan dan distribusi bahan makanan bagi WBP.

Setelah dinyatakan sesuai, bahan makanan kemudian diarahkan menuju dapur Lapas untuk diproses menjadi makanan siap saji bagi WBP. Tahapan tersebut menjadi bagian dari mekanisme pengawasan agar penyediaan makanan berjalan tertib, transparan, aman, dan sesuai ketentuan.

Kasi Binadik/Giatja, I Wayan Sucana, menjelaskan bahwa pemeriksaan BAMA dilakukan secara rutin sebagai bentuk pengawasan terhadap pemenuhan hak dasar WBP, khususnya dalam memperoleh makanan yang layak dan sesuai dengan menu yang telah ditentukan.

“Pemeriksaan ini rutin dilaksanakan untuk memastikan bahan makanan yang diterima sesuai dengan menu harian, baik dari jenis maupun jumlahnya. Dengan demikian, kebutuhan makanan bagi WBP dapat terpenuhi secara tepat dan tidak terjadi kekurangan dalam proses penyediaan,” jelasnya.

Baca Juga:  Waspada !! Jangan Jangan, Kasi MinKamtib Lakukan Troling Brandgang

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Ampana, Febriansyah, menegaskan bahwa pengawasan terhadap bahan makanan merupakan bagian dari komitmen Lapas dalam memberikan layanan yang aman, berkualitas, dan sesuai standar.

Menurutnya, pemeriksaan dilakukan setiap pagi melalui beberapa tahapan, diawali dengan mencocokkan jumlah dan jenis bahan makanan yang diterima dengan daftar pengiriman dari penyedia. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh kebutuhan yang masuk sesuai dengan pesanan dan perencanaan menu.

“Pemeriksaan dilakukan secara rutin sebelum bahan makanan disalurkan ke dapur untuk diolah. Tahap awal dilakukan dengan memverifikasi jumlah dan jenis bahan yang diterima sesuai daftar pengiriman,” ujar Febriansyah.

Selain aspek kuantitas dan kualitas, petugas juga melakukan pemeriksaan keamanan terhadap setiap bahan yang masuk. Pengawasan tersebut dilakukan untuk mencegah masuknya barang atau benda terlarang yang berpotensi disisipkan melalui jalur pengiriman bahan makanan.

Setiap item diperiksa secara detail dengan memperhatikan kondisi, kualitas, serta kesesuaiannya dengan dokumen pengiriman. Apabila ditemukan ketidaksesuaian maupun indikasi adanya barang yang tidak semestinya, petugas akan mengambil langkah pengamanan dan melaporkannya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sesuai prosedur.

Baca Juga:  BNNK Touna Gelar Rakor Pengembangan dan Pembinaan Kota/Kabupaten Tanggap Ancaman Narkoba

“Apabila ditemukan ketidaksesuaian atau indikasi adanya barang terlarang, maka bahan tersebut akan segera diamankan untuk dilakukan pemeriksaan dan tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Melalui pemeriksaan berlapis tersebut, Lapas Kelas IIB Ampana berupaya memastikan bahan makanan yang diterima WBP tidak hanya mencukupi dari sisi jumlah, tetapi juga aman dan layak sebelum diolah di dapur Lapas.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa bahan makanan yang diterima dalam kondisi aman dan sesuai dengan ketentuan. Pengawasan yang dilakukan secara konsisten diharapkan mampu menjaga mutu layanan makanan bagi WBP sekaligus memperkuat penerapan keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas Kelas IIB Ampana. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses