TOUNA – Kabupaten Tojo Una-Una menjadi tuan rumah Jambore Petugas Keluarga Berencana (PKB) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) tingkat Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana Indonesia (IPeKB) Provinsi Sulawesi Tengah di Marina Cottage ini berlangsung dua hari mulai 29 hingga 30 Juli 2026.
Mengusung tema “Menyelaraskan Langkah Menuju Sulteng Nambaso”, kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinas P2KB) Provinsi Sulawesi Tengah, drg. Herri, M.Kes mewakili Gubernur Sulawesi Tengah.
Hadir dalam kegiatan ini, Bupati Tojo Una-Una diwakili oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Dr. Alimuddin Muhammad, Unsur Forkopimda, Kepala Perangkat Daerah, , Ketua DPD IPeKB Sulawesi Tengah Abdul Rahman Harisa serta perwakilan PKB/PLKB Kabupaten/Kota se Sulawesi Tengah.
Dalam sambutannya, Asisten Administrasi Umum Alimudin Muhammad menyampaikan atas nama Pribadi, Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Tojo Una-Una mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta Jambore PKB/PLKB di Bumi Sivia Patuju.
“Kehadiran Bapak Gubernur dan seluruh peserta Jambore di Bumi Sivia Patuju merupakan kehormatan dan kebanggaan bagi kami,” ucap Alimudin Muhammad saat membacakan sambutan tertulis Bupati.
Ia mengatakan, bahwa jambore ini bukan sekedar ajang silaturahmi, melainkan wadah strategis memperkuat kompetensi, meningkatkan koordinasi, dan menyatukan langkah mendukung pembangunan kependudukan serta keluarga berkualitas.
“Melalui kesempatan yang baik ini, saya mengajak kepada seluruh peserta jambore agar menjadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman dan meningkatkan inovasi dalam kinerja di lapangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, bahwa tantangan pembangunan kependudukan di masa depan tentu tidak semakin ringan. Kita masih dihadapkan pada berbagai permasalahan seperti stunting, pernikahan usia dini, ketimpangan kualitas sumber daya manusia dan berbagai tantangan sosial lainnya.
“Semoga pertemuan ini tidak hanya meninggalkan kenangan yang indah, tetapi menghasilkan gagasan dan juga rekomendasi yang konstruktif bagi kemajuan program kependudukan dan keluarga berencana di Provinsi Sulawesi Tengah,” tambahnya.
“Mari kita perkuat kebersamaan, tingkatkan sinergi dan terus menyelaraskan langkah menuju Sulteng Nambaso dan Indonesia emas yang kita cita-citakan,” pungkasnya. (*)

