TOUNA – Semangat disiplin, integritas, dan penguatan pengawasan kembali ditegaskan dalam pelaksanaan apel pagi pegawai di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Ampana, di halaman depan Lapas Ampana pada Senin (18/5/2026).
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Ampana, Febriansyah, berlangsung dengan tertib, khidmat, dan penuh semangat kebersamaan sebagai bentuk komitmen seluruh jajaran dalam menjaga profesionalisme pelaksanaan tugas pemasyarakatan.
Apel pagi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya kerja yang disiplin, responsif, dan berintegritas. Tidak hanya sekedar rutinitas, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun soliditas antar pegawai demi menciptakan lingkungan kerja yang aman, harmonis, dan berorientasi pada pelayanan publik yang optimal.
Semangat kebersamaan yang tampak dalam kegiatan tersebut mencerminkan kesiapan seluruh jajaran dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas.
Kegiatan apel pagi diikuti oleh seluruh pejabat struktural, staf pegawai, CPNS, hingga peserta magang. Kehadiran seluruh unsur pegawai menunjukkan sinergi dan komitmen bersama dalam mendukung tata kelola pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, serta humanis.
Dengan penuh disiplin dan antusias, seluruh peserta apel mengikuti rangkaian kegiatan sebagai bentuk loyalitas dan dedikasi terhadap institusi serta pengabdian kepada masyarakat dan negara.
Dalam amanatnya, Kalapas Ampana, Febriansyah menegaskan kepada jajaran pengamanan khususnya KPLP dan Kasubsi Administrasi Keamanan dan Ketertiban, menegaskan pentingnya kedisiplinan serta ketelitian petugas P2U dalam melakukan pemeriksaan keluar masuk barang maupun warga binaan.
“Seluruh proses pemeriksaan diminta dilakukan secara cermat, profesional, dan sesuai prosedur guna mencegah potensi gangguan keamanan serta masuknya barang-barang terlarang ke dalam lingkungan Lapas,” tegasnya.
“Hal ini sebagai bagian dari langkah nyata penguatan deteksi dini demi menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” sambung Kalapas.
Selain itu, Kalapas juga memberikan perhatian khusus terhadap pengawasan warga binaan yang diperbantukan pada area pelayanan dan pengamanan, seperti tamping pembantu P2U dan PTSP.
“Warga binaan diingatkan agar tetap berada pada area tugas yang telah ditentukan dan tidak berkumpul di area pelayanan apabila tidak memiliki pekerjaan,” pintanya.
“Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketertiban, meningkatkan efektivitas pengawasan, serta meminimalisir potensi terjadinya pelanggaran keamanan di dalam lingkungan Lapas,” ungkapnya.
Kalapas juga menegaskan bahwa setiap pengeluaran warga binaan untuk kepentingan kantor maupun pinjam pakai tenaga kerja wajib dilakukan secara tertib administrasi.
“Melalui penerapan buku bon pinjam tenaga WBP yang diketahui oleh pengawal, penanggung jawab, Komandan Jaga, dan KPLP, seluruh aktivitas warga binaan diharapkan dapat terpantau dengan baik dan berjalan sesuai prosedur,” terangnya.
“Penguatan administrasi ini menjadi salah satu bentuk komitmen Lapas Ampana dalam menciptakan sistem kerja yang transparan, tertib, dan akuntabel,” sebutnya.
Kalapas juga menghimbau kepada seluruh jajaran pegawai agar tidak memasuki area dalam Lapas tanpa kepentingan dinas yang jelas, terlebih di luar jam kerja, kecuali atas izin dan sepengetahuan Komandan Jaga.
“Hal ini juga menjadi bagian dari langkah antisipatif untuk memperkuat pengawasan internal serta mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” tuturnya.
Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan dan prosedur keamanan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga demi menciptakan lingkungan kerja yang aman, tertib, dan profesional.
“Kedisiplinan merupakan pondasi utama dalam membangun organisasi yang kuat dan berintegritas. Untuk itu, seluruh jajaran agar terus menjaga loyalitas, tanggung jawab, serta komitmen moral dalam menjalankan tugas kedinasan,” tambahnya.
“Saya juga mengajak seluruh pegawai untuk terus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan Lapas Ampana yang bersih dari Handphone ilegal, Narkoba, dan Penipuan (HALINAR),” tutupnya.
Komitmen tersebut menjadi bukti nyata dukungan Lapas Ampana terhadap program akselerasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menuju pemasyarakatan yang bersih, aman, tertib, dan bebas dari berbagai bentuk penyimpangan.
Dengan penguatan disiplin, pengawasan, serta integritas seluruh jajaran, diharapkan tercipta lingkungan pemasyarakatan yang semakin kondusif dan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemasyarakatan.
Seluruh rangkaian kegiatan apel pagi berlangsung aman, tertib, dan lancar. Semangat solidaritas, kekompakan, dan profesionalisme yang terbangun melalui kegiatan ini diharapkan terus menjadi energi positif bagi seluruh jajaran Lapas Ampana dalam memberikan kinerja terbaik serta mewujudkan pelayanan pemasyarakatan yang humanis, akuntabel, dan berintegritas. (*)

