TOUNA – Jajaran Satuan Binmas (Sat Binmas) Polres Tojo Una-Una kembali melaksanakan kegiatan pembinaan remaja, pemuda, dan wanita (Binredawan).
Kali ini, Kasat Binmas, AKP Agus Habibie, turun langsung menjadi Pembina Upacara Bendera di SMPN 5 Ampana Tete, Desa Kajulangko, Kecamatan Ampana Tete, pada Senin pagi (11/5/2026).
Kehadiran jajaran Sat Binmas ini disambut hangat oleh Kepala Sekolah SMPN 5 Ampana Tete, Yansir Rahim, S.Pd., bersama para wakil kepala sekolah, dewan guru, serta seluruh siswa-siswi.
Turut mendampingi Kasat Binmas dalam kegiatan ini antara lain Ps. Kanit Binkamsa Aiptu H. Abdullah, Ps. Kanit Bintibsos Aipda Ade Saiful, Ps. Kaur Mintu Aipda Naek Sihotang, dan Ps. Kanit Binpolmas Aipda Zulkifli Musza.
Dalam amanatnya di hadapan ratusan siswa, AKP Agus Habibie menyampaikan sejumlah arahan penting dan strategis demi menjaga masa depan generasi muda di wilayah hukum Polres Tojo Una-Una.
Mengawali arahannya, AKP Agus Habibie mengajak seluruh pelajar untuk senantiasa menjaga kedisiplinan dan meningkatkan semangat belajar. Beliau menekankan pentingnya menjaga adab, norma kesantunan, dan budi pekerti, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.
“Disiplin dan adab adalah kunci. Pintar saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan etika dan perilaku yang baik terhadap sesama,” ujar Kasat Binmas.
Menyikapi maraknya kasus perundungan yang kerap terjadi di lingkungan pendidikan, AKP Agus Habibie memberikan peringatan keras kepada para siswa agar menjauhi segala bentuk bullying, baik secara fisik maupun verbal. Beliau mengingatkan bahwa tindakan ini membawa dampak buruk yang nyata bagi mental korban, mulai dari rasa cemas hingga depresi.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pelaku perundungan tidak hanya mencoreng nama baik keluarga dan sekolah, tetapi juga dapat dijerat sanksi hukum yang berlaku.
Terkait hubungan guru dan murid, Kasat Binmas mengimbau para siswa untuk selalu menghormati para pendidik di sekolah. Beliau mengingatkan bahwa tindakan disiplin yang diberikan oleh guru merupakan bagian dari proses pembelajaran dan pembentukan karakter. Di lingkungan sekolah, guru adalah representasi orang tua yang wajib dihormati.
Sektor peredaran gelap narkotika juga menjadi perhatian serius. AKP Agus Habibie memberikan penekanan keras agar para siswa tidak sekali-kali mencoba mendekati barang haram tersebut.
“Mendekati saja sudah berbahaya, apalagi sampai menjadi pengguna atau pengedar. Narkoba hanya akan menghancurkan cita-cita, masa depan kalian, serta merusak nama baik keluarga dan sekolah,” tegasnya di hadapan peserta upacara.
Menutup arahannya, Kasat Binmas memberikan pesan khusus kepada siswa-siswi kelas 9 yang akan segera menghadapi pengumuman kelulusan.
Pihak kepolisian mengimbau agar momen kelulusan tidak dirayakan secara berlebihan, seperti melakukan konvoi kendaraan di jalan raya atau aksi corat-coret seragam yang dapat memicu gangguan kamtibmas dan merugikan diri sendiri.
Pihak sekolah, melalui Kepala SMPN 5 Ampana Tete, Yansir Rahim, S.Pd., menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kunjungan dan arahan langsung dari Sat Binmas Polres Tojo Una-Una.
Kehadiran kepolisian di sekolah dinilai sangat efektif dalam memberikan edukasi hukum sejak dini serta membantu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, tertib, dan kondusif.

