TOUNA – Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan, Plt. Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Ampana, M. Nur Amin melaksanakan pengawasan langsung terhadap pemenuhan kebutuhan obat-obatan dan Bahan Habis Pakai (BHP) di Poliklinik Lapas Ampana, Kamis (26/3/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan bersamaan dengan pendistribusian persediaan obat-obatan dan BHP oleh Pengelola Persediaan BMN Lapas Ampana kepada petugas medis Poliklinik Lapas.
Pemenuhan kebutuhan obat dan perlengkapan medis merupakan bagian penting dalam menunjang pelayanan kesehatan bagi warga binaan agar tetap berjalan optimal, cepat, dan tepat.
Pendistribusian persediaan obat-obatan dilaksanakan oleh Petugas Pengelola Persediaan BMN Lapas Ampana, Malik Ibrahim, yang menyerahkan langsung persediaan obat kepada Dr. Edy Suranta selaku petugas medis di Poliklinik Lapas Ampana.
Plt. Kalapas Ampana mememantau langsung sebagai bentuk pengawasan dan memastikan proses pendistribusian berjalan tertib, transparan, dan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Pemenuhan kebutuhan obat-obatan dilakukan melalui perencanaan yang matang dengan mengacu pada data penggunaan obat sebelumnya, pola penyakit warga binaan, serta ketersediaan stok yang ada di poliklinik.
Selain itu, petugas kesehatan juga secara rutin melakukan monitoring dan evaluasi terhadap ketersediaan obat guna memastikan tidak terjadi kekosongan obat yang dapat menghambat pelayanan medis bagi warga binaan.
Plt. Kalapas Ampana, M. Nur Amin dalam arahannya menegaskan bahwa setiap pengadaan obat harus dilaksanakan melalui prosedur resmi dan sesuai ketentuan yang berlaku dengan memperhatikan aspek kualitas obat, keamanan penggunaan, serta masa kedaluwarsa obat agar pelayanan kesehatan di Lapas tetap terjaga dengan baik.
“Pelayanan kesehatan merupakan salah satu hak dasar warga binaan yang harus dipenuhi dengan baik oleh Lapas. Oleh karena itu, ketersediaan obat dan bahan medis harus selalu terjamin agar pelayanan kesehatan dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan,” tegasnya.
Ia berharap Ampana berharap melalui kegiatan ini pelayanan kesehatan di Lapas Ampana dapat terus meningkat, sehingga warga binaan dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang layak, cepat, dan tepat.
“Saya juga berharap seluruh petugas dapat terus meningkatkan koordinasi dan pengelolaan persediaan obat secara tertib dan akuntabel,” tambahnya.
Kegiatan ini juga mendapat respon dan dukungan positif dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah Bagus Kurniawan.
Ia mengapresiasi langkah Lapas Ampana dalam memastikan pemenuhan layanan kesehatan bagi warga binaan sebagai bagian dari pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pada pelayanan.
Melalui kegiatan ini, Lapas Ampana terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, khususnya dalam bidang kesehatan, sebagai bentuk pemenuhan hak warga binaan serta mewujudkan Pemasyarakatan yang Maju, Humanis, dan Berintegritas. (*)

