TOUNA – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Ampana yang beragama Kristen mengikuti kegiatan Ibadah Bersama yang diselenggarakan oleh Yayasan Sungai Kehidupan Ministry melalui aplikasi Zoom Meeting, Senin (15/9/2025.
Ibadah ini dipimpin oleh Pendeta Finis Winarto dengan pembacaan firman Tuhan dari kitab Yosua 1:9–23, dan berlangsung dengan pengawasan petugas Lapas Ampana.
Dalam khotbahnya, Pendeta Finis Winarto menegaskan bahwa firman Tuhan yang tertulis dalam Yosua 1:9–23 mengingatkan umat untuk tetap teguh, kuat, dan berani dalam menghadapi tantangan kehidupan.
“Sama seperti Yosua yang diperintahkan Tuhan untuk memimpin bangsa Israel menuju Tanah Kanaan, demikian pula setiap orang percaya dipanggil untuk hidup dalam iman dan keberanian,” ungkapnya.
Pendeta juga menjelaskan bahwa ayat-ayat tersebut menekankan pentingnya merenungkan Kitab Hukum siang dan malam agar berhasil dalam kepemimpinan, tetap berjalan sesuai kehendak Tuhan, serta memperoleh janji-janji-Nya.
Pesan ini menjadi pengingat bagi WBP agar tidak menyerah dalam keterbatasan, melainkan terus berharap, berjuang, dan percaya bahwa Tuhan memberikan kekuatan dalam setiap langkah kehidupan.
Kegiatan ibadah ini tidak hanya diikuti oleh WBP Lapas Ampana, tetapi juga oleh seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan dan Anak Didik Pemasyarakatan di Indonesia yang beragama Kristen.
Melalui jaringan virtual, kegiatan ini mempererat kebersamaan, memberikan penguatan iman, dan menghadirkan suasana ibadah yang penuh hikmat meski dilaksanakan dari tempat yang berbeda.
Di tempat terpisah, Kepala Lapas Kelas IIB Ampana, Luther Toding Patandung, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan kesadaran beragama seperti ini merupakan bagian penting dari proses pembinaan di dalam lapas.
“Harapannya, WBP yang sebelumnya pernah melanggar hukum dapat berubah menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke masyarakat. Dengan bekal iman dan karakter yang kuat, mereka diharapkan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” tegas Kalapas.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik, aman, dan penuh kekhidmatan. Ibadah ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen Lapas Ampana dalam memberikan pembinaan spiritual bagi WBP sebagai bagian dari proses pemasyarakatan yang humanis dan berkelanjutan. ***

