TOUNA – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tojo Una-Una bersinergi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Tojo Una-Una untuk memperkuat program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) melalui pemberdayaan masyarakat dan penguatan kemandirian ekonomi.
Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Sinergi Program Stakeholder BNNK Tojo Una-Una yang berlangsung di Regina Cafe Bailo, Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini menjadi wadah koordinasi lintas sektor untuk memperkuat peran pemerintah daerah dan masyarakat dalam mencegah penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.
Rapat tersebut menghadirkan Sekretaris Daerah Kabupaten Tojo Una-Una, Alfian Matajeng, S.Pd., M.AP., dan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Tojo Una-Una, Iwan Mohammad, S.T., M.T., sebagai narasumber.
Kegiatan dibuka oleh Kepala BNNK Tojo Una-Una, AKBP Djohansah Rahman, S.Pd., dan diikuti 20 peserta yang terdiri atas Camat Ratolindo, para lurah, serta perwakilan tokoh masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda Tojo Una-Una, Alfian Matajeng, menyampaikan apresiasi kepada BNNK Tojo Una-Una atas inisiatif memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan dalam upaya pemberdayaan masyarakat.
Menurut Alfian, kolaborasi antara pemerintah daerah, BNN, dan masyarakat merupakan langkah strategis untuk membangun ketahanan sosial dan ekonomi di Kabupaten Tojo Una-Una yang dikenal dengan sebutan Bumi Sivia Patuju.
“Kegiatan ini merupakan kolaborasi yang menjadi gerbang utama dalam upaya pemberdayaan masyarakat di Bumi Sivia Pa
Ia menjelaskan, keterlibatan masyarakat secara langsung dalam program pemberdayaan diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi.
Pemberdayaan ekonomi, lanjutnya, menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung upaya pencegahan narkoba. Melalui pengembangan usaha produktif dan terbukanya peluang ekonomi, masyarakat diharapkan memiliki aktivitas positif sekaligus memperkuat ketahanan terhadap lingkungan yang berisiko terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
“Kegiatan ini adalah pintu masuk BNN dalam soal pemberdayaan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BNNK Tojo Una-Una, AKBP Djohansah Rahman, mengatakan rapat sinergi tersebut bertujuan menyamakan persepsi dan merumuskan langkah konkret yang dapat diterapkan dalam pelaksanaan program P4GN di wilayah Kabupaten Tojo Una-Una.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan aktif pemerintah daerah hingga tingkat kecamatan dan kelurahan dalam memperkuat upaya pencegahan serta penanganan wilayah yang dikategorikan rawan peredaran narkotika.
Menurut Djohansah, masyarakat di kawasan rawan perlu mendapatkan dorongan untuk mengembangkan usaha produktif dan meningkatkan kemandirian ekonomi. Dengan demikian, ketahanan masyarakat terhadap pengaruh jaringan peredaran gelap narkotika diharapkan semakin kuat.
“Melalui kehadiran para pemangku wilayah di tingkat kecamatan dan kelurahan, program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) diproyeksikan dapat langsung menyentuh akar rumput,” ungkap Djohansah.
Ia menegaskan, keberhasilan program P4GN tidak dapat dilakukan oleh BNNK semata, tetapi membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Karena itu, sinergi antara BNNK, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, dan tokoh masyarakat perlu terus diperkuat agar program pencegahan narkoba dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjangkau masyarakat secara lebih luas.
“Kolaborasi solid ini menjadi momentum penting bagi Kabupaten Tojo Una-Una untuk merapatkan barisan secara humanis dan berkelanjutan demi mengawal masa depan generasi bangsa yang sehat, cerdas, dan produktif,” pungkasnya.
Melalui rapat sinergi tersebut, BNNK dan Pemda Tojo Una-Una diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama dalam mengoptimalkan pelaksanaan program P4GN. Pendekatan melalui pemberdayaan masyarakat dan penguatan kemandirian ekonomi diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan yang sehat, produktif, dan tangguh terhadap ancaman penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.
Dengan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan hingga tingkat akar rumput, upaya pencegahan narkoba di Kabupaten Tojo Una-Una diharapkan dapat berlangsung secara terpadu dan berkelanjutan. (yya/red)







