TOUNA – Kabupaten Tojo Una-Una kembali membuka peluang memperluas pasar pariwisatanya ke tingkat internasional. Potensi Kepulauan Togean akan dibawa ke ajang World Travel Market (WTM) London 2026 di Inggris, 3–5 November 2026.
WTM London menjadi salah satu forum penting industri pariwisata dunia yang mempertemukan pelaku perjalanan, profesional pariwisata, dan pemangku kepentingan dari berbagai negara.
Kehadiran Touna di ajang ini diarahkan untuk memperkenalkan potensi destinasi sekaligus membangun jejaring dengan industri pariwisata internasional.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tojo Una-Una, Asrin W. Soga, mengatakan Pemkab Touna telah menetapkan dua pejabat sebagai delegasi daerah, yakni Wakil Bupati Tojo Una-Una Surya Lapasiri dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aspan Taurenta.
“Yang ikut adalah Wakil Bupati Surya dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aspan Taurenta,” kata Asrin kepada Media, Senin (5/10/2026)
Ia menegaskan Dinas Pariwisata tidak mengirimkan pejabat secara langsung dalam delegasi tersebut.
Menurut Asrin, pemerintah daerah masih merampungkan sejumlah persiapan administrasi dan materi promosi yang akan dibawa ke London.
“Materi tersebut disiapkan untuk memperkenalkan potensi wisata dan kekayaan daerah kepada calon mitra maupun pelaku industri pariwisata global,” tambahnya
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tojo Una-Una,
Aspan Taurenta membenarkan dirinya menjadi bagian dari delegasi Touna.
Ia menyebut persiapan administrasi keberangkatan telah dilakukan, termasuk pengurusan paspor dan sejumlah dokumen pendukung.
Momentum WTM London juga menjadi kesempatan untuk mengangkat kembali rekam jejak Kepulauan Togean di dunia pariwisata. Pada 1998, Kepulauan Togean pernah meraih Tourism for Tomorrow Award melalui Kelompok Wakatan di Desa Lembanato atas pengelolaan ekowisata hutan mangrove berbasis masyarakat.
Pemkab Tojo Una-Una mendapat kesempatan mengikuti WTM London bersama Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dengan dukungan salah satu biro perjalanan haji di Indonesia.
Kehadiran delegasi Touna diharapkan tidak berhenti pada promosi destinasi, tetapi membuka jejaring dan peluang kerja sama baru untuk memperkuat posisi Kepulauan Togean di pasar pariwisata internasional. (*)







