TOUNA – Kesempatan memperoleh pengalaman kerja secara langsung menjadi salah satu bekal penting bagi generasi muda sebelum memasuki dunia profesional. Hal tersebut diwujudkan melalui penerimaan Peserta Magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Batch I Tahun 2026 di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ampana, Senin (10/8/2026).
Kegiatan penerimaan peserta magang diawali dengan apel pagi bersama jajaran pimpinan dan pegawai Lapas Ampana. Momentum tersebut menjadi langkah awal bagi para peserta untuk mengenal lingkungan kerja sekaligus memahami kedisiplinan dan tata nilai yang diterapkan dalam pelaksanaan tugas di lingkungan pemasyarakatan.
Bagi para peserta, kehadiran di Lapas Ampana bukan sekadar menjalani program magang, tetapi menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana pengetahuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan dapat diterapkan dalam dunia kerja. Pengalaman tersebut diharapkan mampu memberikan pemahaman baru mengenai tanggung jawab, etika profesional, komunikasi, serta kemampuan beradaptasi dalam lingkungan kerja yang sesungguhnya.
Usai pelaksanaan apel, kegiatan penerimaan dilanjutkan di Aula Sivia Patuju Lapas Kelas IIB Ampana. Dalam kesempatan tersebut, Kasi Administrasi Keamanan dan Ketertiban, Moh. Fuad, memberikan sambutan sekaligus memperkenalkan gambaran umum mengenai lingkungan kerja pemasyarakatan kepada para peserta magang.
Dalam arahannya, Moh. Fuad menjelaskan bahwa lingkungan pemasyarakatan memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan dengan lingkungan kerja pada umumnya. Lapas tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga memiliki dimensi kemanusiaan yang kuat melalui pembinaan, pelayanan, pengamanan, rehabilitasi, serta pelaksanaan tugas penegakan hukum.
Menurutnya, para peserta magang nantinya akan berhadapan dengan lingkungan kerja yang membutuhkan kedisiplinan, ketelitian, kemampuan berkomunikasi, serta kerja sama yang baik. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi pembelajaran berharga untuk membentuk kesiapan peserta dalam menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya.
“Di Lapas, kalian akan menemukan ekosistem kerja yang unik. Kita tidak hanya berbicara tentang administrasi, tetapi juga tentang kemanusiaan, rehabilitasi, dan penegakan hukum. Kalian akan belajar bagaimana mengelola data warga binaan, bagaimana berkomunikasi dalam lingkungan yang terstruktur, dan bagaimana bekerja sama dalam tim yang solid di bawah tekanan tugas yang dinamis,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pengalaman selama berada di Lapas dapat menjadi ruang pembelajaran yang luas bagi peserta, terutama dalam memahami bagaimana sebuah organisasi menjalankan tugas secara terstruktur dengan tetap mengedepankan profesionalisme dan tanggung jawab.
Tidak hanya memperoleh pengalaman teknis, peserta juga diharapkan dapat belajar mengenai pentingnya etika dalam bekerja, menjaga kerahasiaan informasi, menghormati aturan yang berlaku, serta membangun komunikasi yang baik dengan seluruh unsur organisasi.
Lebih lanjut, Moh. Fuad berpesan agar seluruh peserta memanfaatkan masa magang sebagai kesempatan untuk menyerap pengetahuan dan pengalaman sebanyak-banyaknya. Menurutnya, keberhasilan program magang tidak hanya diukur dari sertifikat yang diperoleh, tetapi juga dari kemampuan peserta dalam mengambil pelajaran dan membangun karakter selama berada di lingkungan kerja.
Peserta juga diingatkan untuk menjaga integritas, kedisiplinan, sikap sopan, serta membangun hubungan kerja yang positif dengan pegawai maupun sesama peserta magang. Sikap tersebut dinilai penting sebagai bagian dari proses pembentukan karakter sebelum peserta memasuki dunia profesional.
“Jangan malu bertanya, jangan ragu mencoba, dan jangan takut membuat kesalahan selama itu bagian dari proses belajar. Jaga nama baik diri kalian, kampus kalian, dan instansi kami. Datang tepat waktu, berpakaian rapi, dan bekerja dengan profesionalisme,” tambahnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa masa magang merupakan proses pembelajaran yang tidak hanya memberikan pengalaman mengenai pekerjaan, tetapi juga membentuk sikap dan kebiasaan kerja yang positif.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan perkenalan diri masing-masing peserta magang, sekaligus penyampaian bidang yang akan dijalani selama mengikuti program di Lapas Ampana. Momen tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperkenalkan latar belakang pendidikan, minat, serta harapan mereka selama mengikuti kegiatan magang.
Rangkaian penerimaan kemudian ditandai dengan foto bersama antara jajaran Lapas Ampana dan para peserta magang. Momen tersebut menjadi simbol dimulainya perjalanan peserta dalam memperoleh pengalaman kerja secara langsung di lingkungan pemasyarakatan.
Salah seorang peserta magang pada bidang Sumber Daya Manusia (SDM) mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam program tersebut menjadi kesempatan berharga untuk menambah pengalaman setelah menyelesaikan pendidikan.
Menurutnya, pengalaman terjun langsung ke lingkungan kerja dapat memberikan perspektif yang berbeda dibandingkan dengan pembelajaran yang diperoleh di bangku pendidikan. Ia berharap dapat memahami bagaimana konsep dan pengetahuan di bidang SDM diterapkan dalam organisasi secara nyata.
“Saya ikut magang karena saya lulusan baru. Ini menjadi kesempatan untuk menambah pengalaman sekaligus melihat bagaimana ilmu SDM diterapkan dalam kehidupan pemasyarakatan,” ungkapnya.
Sementara itu, Nadia, salah seorang peserta magang pada bidang Kehumasan, menilai pengalaman kerja menjadi salah satu bekal penting bagi lulusan baru sebelum memasuki dunia profesional.
Baginya, program magang tidak hanya memberikan kesempatan untuk memperoleh pengalaman dan sertifikat, tetapi juga menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, membangun kepercayaan diri, memahami ritme kerja organisasi, serta mengenal tuntutan profesional yang akan dihadapi di masa mendatang.
“Tujuan saya ikut magang di Lapas Ampana karena ingin mendapatkan sertifikat sekaligus pengalaman kerja. Sekarang kalau kita mau bekerja, kualifikasi yang dibutuhkan juga harus ada pengalaman, jadi saya ingin memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin,” tuturnya.
Sebagai bagian dari penerimaan, para peserta juga mendapatkan sosialisasi mengenai tata tertib, ketentuan, serta mekanisme pelaksanaan magang selama berada di lingkungan Lapas Kelas IIB Ampana.
Pembekalan tersebut diberikan agar seluruh peserta memahami batasan, kewajiban, serta tanggung jawab selama mengikuti program. Pemahaman terhadap tata tertib menjadi hal penting mengingat Lapas merupakan lingkungan kerja yang memiliki karakteristik khusus dan menerapkan standar keamanan serta kedisiplinan yang harus dipatuhi oleh seluruh pihak.
Selanjutnya, para peserta akan menjalani kegiatan magang sesuai dengan bidang dan penempatan masing-masing, dengan mendapatkan arahan serta pendampingan dari pembimbing yang telah ditentukan oleh Lapas Ampana.
Melalui pendampingan tersebut, peserta diharapkan mampu mengembangkan kompetensi sekaligus memperoleh gambaran yang lebih konkret mengenai dunia kerja. Mereka juga diharapkan mampu menghubungkan pengetahuan yang diperoleh selama pendidikan dengan praktik kerja yang dijalankan secara langsung.
Program Magang Kemnaker Batch I Tahun 2026 di Lapas Ampana menjadi bagian dari upaya membuka ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal dunia kerja, membangun kompetensi, serta menumbuhkan karakter profesional sejak dini.
Di sisi lain, kehadiran peserta magang juga menjadi momentum bagi Lapas Ampana untuk turut berkontribusi dalam memberikan pengalaman kerja yang edukatif dan konstruktif kepada generasi muda.
Dengan semangat belajar, disiplin, dan kemauan untuk berkembang, para peserta diharapkan dapat menjadikan masa magang sebagai pengalaman berharga yang tidak hanya memperkaya kompetensi, tetapi juga menjadi bekal nyata dalam menapaki dunia profesional di masa depan. (*)


