TOUNA – Komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ampana dalam menghadirkan pembinaan yang berkualitas kembali ditunjukkan melalui upaya memperluas akses pendidikan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Sebagai bagian dari langkah strategis tersebut, Kepala Lapas Kelas IIB Ampana menerima kunjungan silaturahmi dan koordinasi dari Majelis Pendidikan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Tojo Una-Una dalam rangka persiapan kerjasama program pendidikan bagi warga binaan, Rabu (24/6/2026).
Kunjungan yang berlangsung di ruang kerja Kepala Lapas tersebut menjadi momentum penting dalam membangun sinergi antara lembaga pemasyarakatan dan dunia pendidikan guna memberikan kesempatan belajar yang lebih luas kepada warga binaan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Majelis Pendidikan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Tojo Una-Una, Iskandar Sirajang, A.Md.Kes., S.Pd.I., bersama Tajudin Labudu, S.Pd., selaku Kepala Sekolah Muhammadiyah.
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Kepala Lapas Kelas IIB Ampana, Febriansyah, yang didampingi Kasubag Tata Usaha Ilham Adi Susanto, Kasubsi Registrasi Heriyanto, serta Staf Registrasi Luppi Risaldi.
Dalam suasana penuh keakraban dan semangat kolaborasi, kedua belah pihak membahas berbagai peluang kerja sama yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia warga binaan melalui layanan pendidikan formal.
Program ini diharapkan menjadi jembatan bagi warga binaan yang selama ini terkendala dalam menyelesaikan pendidikan akibat berbagai faktor kehidupan.
Ketua Majelis Pendidikan Muhammadiyah Kabupaten Tojo Una-Una, Iskandar Sirajang, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung program pemerintah dalam menuntaskan wajib belajar serta mengidentifikasi Anak Tidak Sekolah (ATS), termasuk yang berada dalam lingkungan pemasyarakatan.
Menurutnya, setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan, termasuk warga binaan yang sedang menjalani masa pembinaan.
Ia menyampaikan bahwa pihak Muhammadiyah berkeinginan menjalin kerja sama dengan Lapas Ampana dalam melakukan pendataan warga binaan yang putus sekolah atau belum menyelesaikan pendidikan pada jenjang SMP maupun SMA.
Data tersebut nantinya akan menjadi dasar pelaksanaan program pembinaan dan fasilitasi layanan pendidikan agar warga binaan dapat kembali melanjutkan proses belajar mereka secara formal.
“Melalui program ini, kami berharap warga binaan yang belum menyelesaikan pendidikan dapat memperoleh kesempatan kedua untuk belajar dan meraih ijazah yang nantinya menjadi bekal penting ketika kembali ke tengah masyarakat,” ungkap Iskandar.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Sekolah Muhammadiyah, Tajudin Labudu, menegaskan kesiapan pihak sekolah untuk menerima warga binaan yang memiliki keinginan kuat melanjutkan pendidikan.
Menurutnya, pendidikan merupakan sarana utama dalam membentuk karakter, meningkatkan kompetensi, dan membuka peluang masa depan yang lebih baik.
“Kami siap memberikan ruang dan kesempatan bagi warga binaan yang ingin melanjutkan pendidikan pada jenjang SMP maupun SMA. Pendidikan adalah hak setiap individu dan menjadi investasi terbaik untuk masa depan,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Lapas Kelas IIB Ampana, Febriansyah, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian Majelis Pendidikan Muhammadiyah terhadap peningkatan kualitas pendidikan warga binaan.
Ia menilai gagasan tersebut sangat selaras dengan tujuan pembinaan pemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pengembangan kualitas diri warga binaan agar siap kembali berperan positif di masyarakat.
Febriansyah menegaskan bahwa pihak Lapas siap melakukan pendataan terhadap warga binaan yang belum memiliki ijazah SMP maupun SMA, serta segera berkoordinasi dengan pihak Muhammadiyah untuk menindaklanjuti program tersebut. Langkah ini merupakan bentuk nyata pemenuhan hak warga binaan dalam memperoleh akses pendidikan yang layak selama menjalani masa pembinaan.
Lebih lanjut, Kalapas berharap program pendidikan ini dapat menjadi titik awal perubahan yang lebih baik bagi warga binaan. Dengan bekal pendidikan yang memadai, mereka diharapkan memiliki kemampuan, keterampilan, dan daya saing yang lebih baik saat kembali ke masyarakat setelah bebas nantinya.
“Pendidikan adalah bekal penting untuk masa depan. Kami berharap warga binaan yang memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan dapat meningkatkan kualitas hidupnya, membuka peluang kerja yang lebih baik, serta menjadi pribadi yang lebih siap menghadapi kehidupan setelah menjalani masa pidana,” ujar Kalapas.
Dalam pertemuan tersebut juga dibahas berbagai rencana teknis terkait penyelenggaraan program pendidikan bagi warga binaan yang putus sekolah maupun yang belum melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Program ini diharapkan mampu menjadi salah satu instrumen pembinaan yang efektif dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul, mandiri, dan produktif.
Suasana diskusi yang harmonis dan penuh semangat kolaborasi menghasilkan kesepahaman bersama untuk mendukung akses pendidikan bagi warga binaan Lapas Ampana. Kesepakatan ini menjadi langkah awal yang menjanjikan dalam mewujudkan pembinaan yang lebih humanis, inklusif, dan berorientasi pada masa depan.
Melalui sinergi antara Lapas Ampana dan Majelis Pendidikan Muhammadiyah Kabupaten Tojo Una-Una, diharapkan semakin banyak warga binaan yang memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan, mengembangkan potensi diri, serta mempersiapkan masa depan yang lebih cerah dan bermakna setelah kembali ke tengah masyarakat. (*)

