Berita

WBP Lapas Ampana Ikuti Ibadah Virtual Bersama Yayasan Sungai Kehidupan Ministry, Wujud Pembinaan Kerohanian Berkelanjutan

72
×

WBP Lapas Ampana Ikuti Ibadah Virtual Bersama Yayasan Sungai Kehidupan Ministry, Wujud Pembinaan Kerohanian Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
WBP Lapas Ampana Ikuti Ibadah Virtual Bersama Yayasan Sungai Kehidupan Ministry. Foto: Istimewa

TOUNA – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) beragama Kristen di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Ampana mengikuti kegiatan ibadah bersama yang diselenggarakan oleh Yayasan Sungai Kehidupan Ministry secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting, Rabu (1/4/2026) pukul 10.00 WITA hingga selesai.

Kegiatan ibadah tersebut dilayani oleh Pendeta Daniel Alexander dan diikuti oleh Warga Binaan Pemasyarakatan serta Anak Didik Pemasyarakatan beragama Kristen dari seluruh Lapas dan Rutan di Indonesia.

Pelaksanaan ibadah virtual ini merupakan bagian dari program pembinaan kerohanian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan yang bertujuan untuk meningkatkan keimanan, memperkuat mental spiritual, serta membentuk karakter warga binaan agar menjadi pribadi yang lebih baik selama menjalani masa pembinaan di dalam Lapas.

Kegiatan pembinaan kerohanian menjadi salah satu program penting dalam proses pembinaan kepribadian bagi warga binaan. Kegiatan ibadah diawali dengan puji-pujian dan penyembahan yang diikuti dengan penuh khidmat oleh seluruh peserta ibadah.

Suasana ibadah berlangsung dengan tertib dan penuh penghayatan, di mana para WBP mengikuti setiap rangkaian ibadah dengan penuh kesungguhan sebagai bentuk pendekatan diri kepada Tuhan serta sarana pembinaan mental dan spiritual.

Baca Juga:  Aksi Penyelundupan Narkoba Berhasil Digagalkan Petugas P2U Lapas Ampana

Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan dan penyampaian firman Tuhan yang diambil dari Kitab Yeremia pasal 18 ayat 1 serta Kitab Kisah Para Rasul yang disampaikan oleh Pendeta Daniel Alexander. Dalam khotbahnya, Ia menyampaikan pesan tentang perubahan hidup, pengharapan, serta pentingnya memperbaiki diri selama menjalani proses kehidupan, termasuk bagi warga binaan yang sedang menjalani masa pidana.

Pendeta Daniel Alexander menjelaskan makna firman Tuhan tersebut bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik, sebagaimana tanah liat yang dibentuk oleh tukang periuk menjadi bejana yang baru dan lebih baik.

Pesan tersebut memberikan motivasi dan penguatan moral kepada warga binaan agar tidak putus asa serta terus berusaha memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan.

Ia juga berpesan kepada seluruh WBP agar tetap memiliki harapan, menjaga iman, memperbaiki sikap dan perilaku, serta menjadikan masa pembinaan sebagai momentum untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

Baca Juga:  Penuhi Hak Narapidana, Lapas Ampana Berikan Pembebasan Bersyarat Kepada Satu WBP

Selain itu, Ia berharap setelah selesai menjalani masa pidana dan kembali ke tengah masyarakat, para warga binaan dapat menjadi pribadi yang berguna bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekitarnya.

Salah satu WBP yang mengikuti kegiatan ibadah tersebut menyampaikan rasa terima kasih dan kebahagiaannya atas kepedulian Yayasan Sungai Kehidupan Ministry yang telah memberikan pelayanan kerohanian kepada warga binaan yang sedang menjalani masa pidana di dalam Lapas.

Menurutnya, kegiatan ibadah ini memberikan ketenangan, semangat, serta motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya.

Di tempat terpisah, Plt. Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Ampana, M. Nur Amin, menyampaikan apresiasi dan dukungan atas terselenggaranya kegiatan ibadah tersebut.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Sungai Kehidupan Ministry yang telah berperan aktif dalam memberikan pelayanan kerohanian kepada WBP Nasrani di Lapas Ampana.

Ia berharap kegiatan pembinaan kerohanian seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan karena memiliki peran penting dalam proses pembinaan kepribadian warga binaan.

Baca Juga:  Tetap semangat, WBP Beragama Kristen Lapas Ampana Ikuti Ibadah Minggu

“Saya berharap kepada seluruh WBP agar mengikuti kegiatan pembinaan kerohanian dengan sungguh-sungguh serta menjadikan kegiatan tersebut sebagai sarana introspeksi diri dan perbaikan perilaku,” ujarnya.

Melalui kegiatan pembinaan kerohanian ini diharapkan WBP yang sebelumnya melakukan pelanggaran hukum dapat mengalami perubahan sikap dan perilaku ke arah yang lebih baik.

Dengan demikian, ketika mereka kembali ke tengah masyarakat setelah menjalani masa pidana, mereka dapat menjadi pribadi yang lebih baik, bertanggung jawab, serta mampu beradaptasi dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.

Seluruh rangkaian kegiatan ibadah virtual tersebut berlangsung dengan lancar, tertib, aman, dan penuh khidmat.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pembinaan kepribadian yang terus dilaksanakan oleh Lapas Ampana dalam rangka mewujudkan sistem pemasyarakatan yang berorientasi pada pembinaan, pembimbingan, serta perubahan perilaku warga binaan menjadi manusia yang lebih baik. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *