TOUNA – Suasana haru, kebahagiaan, dan pengawasan ketat berpadu dalam pelaksanaan Layanan Kunjungan Hari Raya Idul Fitri 1447 H di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Ampana pada Sabtu (21/3/2026).
Hari raya yang menjadi momentum kemenangan bagi umat Islam tersebut membuka ruang pertemuan penuh makna bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan keluarga yang telah lama menanti momen silaturahmi secara langsung.
Seluruh rangkaian pelayanan berjalan tertib dan penuh kedisiplinan, melalui pengawasan pengawasan langsung Plt. Kepala Lapas Ampana, Muh. Nur Amin, Kepala KPLP Finley E. Ruindunga, Kasi Keamanan dan Ketertiban Moh. Fuad dan Kasi Binadik dan Giatja I Wayan Sucana.
Plt. Kepala Lapas Ampana, Muh. Nur Amin menyebut, di momen Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Lapas Ampana membuka layanan kunjungan sebanyak 2 sesi. Sesi pertama yaitu sesi pagi mulai pukul 09.00 s/d pukul 11.30 WITA dan sesi siang dari pukul 14.00–16.30 WITA.
“Total 15 petugas dikerahkan, dengan pembagian tugas yang terstruktur dan presisi yaitu loket pendaftaran sebanyak 3 petugas, pengecekan dan cap pembeda 1 petugas, penggeledahan badan dan barang 5 petugas, pemeriksaan surat izin besukan dan identitas 1 petugas, pemanggilan WBP: 1 petugas, pengawas kegiatan kunjungan 3 petugas serta bantuan pengamanan dari TNI 1 personel,” sebut Nur Amin.
Ia mengatakan, pengamanan ketat ini dilakukan untuk memastikan tidak ada barang terlarang memasuki area dalam Lapas, sejalan dengan amanat UU 22/2022 tentang Pemasyarakatan serta regulasi teknis lainnya.
“Idul Fitri adalah momentum penting bagi warga binaan untuk memulihkan semangat dan kesehatan mental mereka. Tugas kami adalah memastikan momen ini dapat berjalan aman, tertib, dan tetap mengedepankan nilai kemanusiaan,” ujarnya.
“Sebagai instansi pemasyarakatan, Lapas Kelas IIB Ampana berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik pada seluruh momentum hari besar, khususnya Idul Fitri yang sarat nilai kekeluargaan,” pungkasnya.
Antusiasme masyarakat tampak begitu kuat. Pada sesi pagi, tercatat 64 WBP dibesuk dan 232 pembesuk hadir. Sementara sesi siang mencatat angka yang lebih tinggi dari 78 WBP dibesuk dan 263 pembesuk hadir.
Total keseluruhan layanan kunjungan hari raya adalah 142 WBP dibesuk 495 pembesuk hadir
Lonjakan jumlah pengunjung menunjukkan tingginya kerinduan keluarga untuk bertemu dengan WBP setelah menjalani proses pembinaan di dalam lapas.
Tangis haru, pelukan hangat, serta senyum yang tak mampu disembunyikan memenuhi ruang kunjungan. Momen ini menjadi penguat mental bagi WBP, menegaskan bahwa dukungan keluarga adalah bagian penting dari proses pembinaan. (*)

