Berita

Balita 3 Tahun di Ulubongka Tenggelam saat Bermain Sendiri, Ditemukan Terapung oleh Pamannya

690
×

Balita 3 Tahun di Ulubongka Tenggelam saat Bermain Sendiri, Ditemukan Terapung oleh Pamannya

Sebarkan artikel ini

TOUNA – Duka mendalam menyelimuti Desa Marowo, Kecamatan Ulubongka, setelah seorang balita perempuan berinisial AA (3) ditemukan meninggal dunia akibat terseret arus air laut pada Senin sore (10/11/2025) sekitar pukul 17.00 WITA.

Korban ditemukan terapung di pinggir pantai Kampung Nelayan Desa Marowo setelah sempat dicari oleh pihak keluarga.

Menurut informasi yang dihimpun, korban saat itu tengah bermain air laut sendirian di pinggiran pantai Desa Marowo. Orang tua korban baru menyadari sang anak tidak ada di lokasi ketika mencarinya.

Baca Juga:  Empat Personel Polres Touna Lulus Seleksi SIP Angkatan 55 & 56 Tahun 2026

Pencarian besar-besaran pun segera dilakukan oleh keluarga dan warga sekitar. Sekitar pukul 17.30 WITA, saksi bernama Mahmud Une (27), yang juga merupakan paman korban, menemukan Aulia Ashara sudah dalam posisi terapung.

Korban segera dilarikan ke Puskesmas Marowo untuk mendapatkan pertolongan pertama. Namun, nahas, nyawa Aulia tidak dapat diselamatkan. Petugas medis menyatakan korban meninggal dunia akibat menelan banyak air laut.

Baca Juga:  Warga Keluhkan Air Bersih dan Hewan Ternak Merusak Tanaman Saat Jumat Curhat Bersama Kapolsek Ulubongka

Menanggapi tragedi ini, Kapolsek Ulubongka IPTU Muhajir Wonti segera mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa dan memastikan situasi tetap aman terkendali.

Kapolsek Ulubongka, IPTU Muhajir Wonti, menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang terjadi. Ia menegaskan bahwa kejadian ini menjadi pelajaran pahit bagi seluruh orang tua.

“Kami sangat berduka atas kejadian ini dan menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Berdasarkan temuan di lapangan, insiden ini terjadi murni karena kelalaian pengawasan orang tua,” ujar IPTU Muhajir Wonti.

Baca Juga:  Wujud Komitmen Polisi: Polsek Ulubongka Gelar Patroli Rutin di Gereja

“Kami mengimbau kepada seluruh orang tua, khususnya yang tinggal di dekat perairan atau lokasi berbahaya, untuk tidak pernah lepas mengawasi anak-anak saat bermain,” pesannya.

“Keselamatan anak adalah tanggung jawab utama. Satu detik saja kelengahan bisa berakibat fatal, terutama untuk balita yang belum mengerti bahaya arus air laut,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *