TOLITOLI – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tolitoli terus menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pelaksanaan Reformasi Birokrasi di lingkungan Pemasyarakatan. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Penandatanganan Pakta Integritas dan Komitmen Bersama Pembangunan Zona Integritas, yang dilaksanakan pada Selasa (3/2/2026), bertempat di Ruang Aula Lapas Kelas IIB Tolitoli.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas Surat Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS.1-OT.03.03-6 tanggal 28 Januari 2026 tentang Pemberitahuan Pelaksanaan Penandatanganan Komitmen Bersama Pembangunan Zona Integritas di Lingkungan Satuan Kerja Pemasyarakatan, sekaligus sebagai pelaksanaan instruksi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah Bagus Kurniawan.
Penandatanganan dilakukan sebagai bentuk keseriusan seluruh jajaran dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.Penandatanganan Pakta Integritas dan Komitmen Bersama Pembangunan Zona Integritas tersebut diikuti oleh seluruh pegawai Lapas Kelas IIB Tolitoli.
Momentum ini menjadi pernyataan sikap bersama untuk menolak segala bentuk praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan publik yang profesional dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIB Tolitoli, Mansur Yunus Gafur, dalam keterangannya menyampaikan bahwa pembangunan Zona Integritas merupakan proses berkelanjutan yang menuntut Komintmen, konsisten, dan konsikuen serta keteladanan dari seluruh pegawai.
Menurutnya, Pakta Integritas yang ditandatangani harus menjadi pedoman perilaku dalam setiap pelaksanaan tugas dan fungsi.

“Komitmen ini bukan hanya simbol atau formalitas, tetapi menjadi janji moral yang harus diwujudkan dalam kinerja nyata, pelayanan yang bersih, serta sikap profesional dalam menjalankan tugas sehari-hari,” tegasnya.
Lebih lanjut, Mansur Yunus Gafur menekankan bahwa keberhasilan pembangunan Zona Integritas tidak dapat dicapai secara parsial, melainkan memerlukan keterlibatan aktif seluruh unsur organisasi.
Sinergi, disiplin, serta integritas personal menjadi kunci utama dalam mewujudkan Lapas Kelas IIB Tolitoli sebagai satuan kerja yang berpredikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Melalui pelaksanaan kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Tolitoli menegaskan kesiapannya untuk terus berbenah dan berinovasi dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan serta tata kelola organisasi.
Komitmen yang telah ditandatangani akan ditindaklanjuti dengan implementasi nyata dalam pelaksanaan tugas dan fungsi sehari-hari, disertai dengan monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan.
Dengan langkah tersebut, Lapas Kelas IIB Tolitoli optimistis dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung program prioritas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan serta mewujudkan institusi yang berintegritas, profesional, berorientasi pada pelayanan publik yang bersih dan melayani serta bermanfaat untuk masyarakat. **








