TOUNA – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Ampana menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan Zona Integritas dengan mengikuti Apel Penandatanganan Pakta Integritas dan Komitmen Bersama menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Tahun 2026 di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Senin (2/2/2026).
Kegiatan yang dirangkaikan dengan peresmian layanan dan Galeri Pemasyarakatan tersebut diikuti secara virtual oleh Kepala Lapas Ampana, Luther Toding Patandung, bersama seluruh jajaran pegawai. Keikutsertaan aktif seluruh pegawai menjadi wujud kesiapan Lapas Ampana dalam memperkuat budaya kerja profesional serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Apel dipusatkan di halaman Kantor Wilayah Ditjenpas Sulawesi Tengah dan dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah beserta jajaran Pejabat Manajerial, Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Sulawesi Tengah, unsur instansi vertikal, perbankan, serta berbagai tamu undangan. Seluruh Kepala UPT Pemasyarakatan se-Sulawesi Tengah beserta jajaran mengikuti kegiatan secara virtual sebagai bentuk sinergi dan kebersamaan dalam mendukung pembangunan Zona Integritas.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat komitmen seluruh jajaran Pemasyarakatan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui pembangunan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM.
Apel dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sulawesi Tengah selaku pembina apel, dengan rangkaian kegiatan yang berlangsung tertib dan khidmat. Acara diawali dengan penandatanganan Pakta Integritas dan Komitmen Bersama oleh Kepala Kantor Wilayah bersama para Kepala UPT sebagai simbol komitmen moral seluruh jajaran untuk bekerja jujur, profesional, dan bebas dari praktik penyimpangan dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan publik.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Wilayah menegaskan bahwa penandatanganan Pakta Integritas dan peresmian layanan serta Galeri Pemasyarakatan bukan sekadar seremoni, melainkan langkah nyata seluruh jajaran dalam menghadirkan pelayanan publik yang profesional, bersih, dan bertanggung jawab.
Pakta Integritas menjadi landasan moral bagi setiap pegawai untuk menjaga kepercayaan publik serta mendukung percepatan Reformasi Birokrasi. Seluruh layanan Pemasyarakatan diharapkan mengimplementasikan nilai PRIMA (Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel) sebagai budaya kerja yang benar-benar diterapkan dalam keseharian.
Peresmian layanan dan Galeri Pemasyarakatan menjadi simbol inovasi pelayanan sekaligus bukti bahwa pembinaan Warga Binaan tidak hanya berorientasi pada penghukuman, tetapi juga pada pemulihan, pemberdayaan, serta persiapan mereka kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang produktif dan bermartabat.
Momentum ini diharapkan menjadi penguat komitmen seluruh jajaran untuk terus menjaga integritas, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menjadikan Pemasyarakatan Sulawesi Tengah semakin dipercaya masyarakat dan mampu menjadi rujukan pelayanan di tingkat nasional.
Peresmian gedung layanan dan Galeri Pemasyarakatan ditandai dengan prosesi gunting pita oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sulawesi Tengah yang disaksikan para undangan, sebagai langkah awal penguatan pelayanan Pemasyarakatan yang semakin prima dan berdampak bagi masyarakat.
Kepala Lapas Ampana, Luther Toding Patandung, menyampaikan dukungan penuh atas pelaksanaan kegiatan tersebut dan menegaskan komitmen Lapas Ampana untuk terus melaksanakan program serta kebijakan yang diarahkan Kantor Wilayah guna meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan secara optimal.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, lancar, dan penuh suasana kebersamaan, mencerminkan sinergi kuat antarinstansi dalam membangun kerja sama yang harmonis dan berkesinambungan demi terwujudnya pelayanan Pemasyarakatan yang semakin baik bagi masyarakat. **

