Pemerintahan

Buka Bimtek Peningkatan Mutu dan Kompetensi Pamong Belajar/Tutor Pendidikan Kesetaraan, Pj. Sekda Alimuddin: Wujudkan Pendidikan Yang Inklusif dan Berkualitas Bagi Masyarakat

1461
×

Buka Bimtek Peningkatan Mutu dan Kompetensi Pamong Belajar/Tutor Pendidikan Kesetaraan, Pj. Sekda Alimuddin: Wujudkan Pendidikan Yang Inklusif dan Berkualitas Bagi Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Tojo Una-Una, Dr. Alimudin Muhammad, SE, M.Si membuka Bimbingan Teknis Peningkatan Mutu dan Kompetensi Pamong Belajar/Tutor Pendidikan Kesetaraan tahun 2024, di Grand Pink Hotel Ampana, Senin (21/10/24).

TOUNA – Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Tojo Una-Una, Dr. Alimudin Muhammad, SE, M.Si membuka secara resmi Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Mutu dan Kompetensi Pamong Belajar/Tutor Pendidikan Kesetaraan tahun 2024, di Grand Pink Hotel Ampana, Senin (21/10/24).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Tojo Una-Una ini mengambil tema “Mewujudkan Layanan Pendidikan Kesetaraan Yang Berkualitas dan Membangun Masa Depan Yang Setara”.

Hadir dalam pembukaan bimtek ini Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tojo Una-Una, Rizal C. Panyili, SE, M.AP, Kepala Disdikpora Kabupaten Tojo Una-Una, Mohamad Fadli, Narasumber dari Direktur PMPK Kemendikbud Ristek RI, Drs. Fauzi Eko Pranyono, M.Pd dan Disdikpora Kabupaten Parigi Mautong, Sukri Tolinggi, S.Pd, M.Pd.

Pj. Sekretaris Daerah Alimudin Muhammad dalam sambutannya menyampaikan atas nama pemerintah daerah, sangat menyambut baik dan mengapresiasi sekaligus menyampaikan terima kasih kepada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tojo Una-Una beserta semua pihak yang telah melaksanakan kegiatan bimtek ini.

Baca Juga:  Safari Ramadhan di Masjid At Taubah Desa Popolii, Ini Pesan Bupati Mohammad Lahay

“Kegiatan ini merupakan langkah yang sangat penting bagi kita semua, terutama dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkualitas bagi masyarakat. Pendidikan kesetaraan hadir sebagai bentuk keadilan bagi mereka yang membutuhkan kesempatan kedua dalam memperoleh pendidikan,” ucapnya.

Alimudin mengatakan, Pendidikan kesetaraan dengan slogan “Menjangkau yang tidak terjangkau” berupaya memberikan layanan pendidikan bagi warga yang tidak berkesempatan mengenyam pendidikan formal dengan berbagai alasan. Ada anak usia sekolah yang putus sekolah karena kendala biaya, ada juga orang dewasa yang sudah bekerja, dan berbagai latar belakang yang lain.

“Kehadiran bapak-ibu sebagai pamong belajar dan tutor, adalah bukti komitmen kita untuk terus memajukan pendidikan nonformal. Dimana pamong belajar dan tutor adalah garda terdepan dalam proses pendidikan nonformal,” ujarnya.

Baca Juga:  Pj. Sekda Touna Terima Kunker Rektor UIN Dato Karama Palu Dalam Rangka Pembinaan Moderasi Beragama di Kalangan Pelajar

Oleh karena itu, tambah Alimudin, peningkatan kualitas dan kompetensi SDM-nya harus menjadi prioritas. Pemerintah, baik Pusat maupun Daerah, terus berupaya melakukan langkah-langkah konkret untuk memastikan pendidikan kesetaraan berjalan dengan baik dan menghasilkan lulusan yang berkualitas.

“Dalam era yang penuh dengan tantangan seperti sekarang, kita dituntut untuk selalu berinovasi. Metode dan pendekatan dalam proses pembelajaran harus mampu menjawab kebutuhan zaman. Tidak hanya dari segi kurikulum, tetapi juga dalam penerapan teknologi, strategi pembelajaran yang relevan, dan peningkatan kompetensi para pendidik,” tambanya.

Alimudin menyebutkan, Pendidikan kesetaraan bukan sekadar alternatif, tetapi harus mampu memberikan layanan pendidikan yang bermutu dan menghasilkan lulusan yang kompetitif di masyarakat. Pamong belajar dan tutor memiliki peran penting dalam membangun karakter dan potensi peserta didik. oleh karena itu, peningkatan kompetensi SDM merupakan hal mutlak.

Baca Juga:  Wabup Surya Hadiri Haul Guru Tua ke-58 di Palu

“Untuk itu, kerjasama antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat perlu terus ditingkatkan agar akses pendidikan semakin luas dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat, terutama di daerah-daerah terpencil dan terluar,” ungkapnya.

Alimudin juga mengucapkan terima kasih kepada narasumber dari Direktorat PMPK Kemdikbud Ristek, yang telah bersedia berbagi ilmu dan pengalaman dalam kegiatan ini, semoga materi yang disampaikan dapat menjadi bekal berharga bagi kita semua dalam memajukan pendidikan di kabupaten Tojo Una-Una.

“Saya berharap kepada seluruh peserta, dapat mengikuti kegiatan dengan serius dan penuh semangat. Mari kita jadikan bimtek ini sebagai wadah diskusi dan berbagi pengalaman untuk menemukan solusi terbaik bagi pendidikan kesetaraan di daerah kita. Saya yakin dengan kompetensi dan dedikasi bapak dan ibu sekalian, pendidikan nonformal di tojo una-una akan semakin maju dan berkualitas,” tutupnya. ****

 
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses