Berita

BNNK Touna Ikuti Puncak HANI 2024

1701
×

BNNK Touna Ikuti Puncak HANI 2024

Sebarkan artikel ini

TOUNA – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tojo Una-Una (Touna) mengikuti puncak Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) dari Pekan Baru, Provinsi Riau secara virtual di aula Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Touna, Rab (26/6/24).

Turut hadir dalam acara ini, Unsur Forkopimda Kabupaten Tojo Una-Una, Kepala BNN Kepala BNN Kabupaten Tojo Una-Una, AKBP Djohansah Rahman, S.Pd, Pimpinan OPD, Pimpinan Vertikal, Pengurus TP-PKK dan DWP Kabupaten Tojo Una-Una serta tamu undangan lainnya.

Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang di gelar oleh Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) ini mengusung tema masyarakat bergerak, bersama melawan narkoba, mewujudkan Indonesia bersinar.

Kepala BNN RI yang membacakan sambutan Presiden RI mengatakan, peringatan Hari Narkoba Internasional tahun 2024 ini merupakan momen keprihatinan terhadap permasalahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, yang trennya secara global cenderung meningkat setiap tahun.

Baca Juga:  Perkuat Iman, Warga Binaan Nasrani Lapas Ampana Laksanakan Ibadah Minggu

“Peringatan Hari Narkotika Internasional ini juga sebagai momentum untuk berkontemplasi dan berintrospeksi terhadap berbagai kebijakan dan langkah penanganan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, yang telah dilakukan selama ini baik dalam lingkungan nasional maupun global,” kata Kepala BNN RI.

Menurutnya, pencegahan penyalahgunaan narkoba dimaknai sebagai upaya investasi, membangun generasi masa depan bangsa yang unggul, berdaya saing dan sehat tanpa narkoba.

Kegiatan ini, kata kepala BNN RI, mengusung tema Masyarakat Bergerak Bersama Melawan Narkoba Mewujudkan Indonesia Bersinar.

Baca Juga:  Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah, BNNK Touna Sosialisasikan Bahaya Penyalahgunaan Narkoba

“Arti dari tema ini adalah ajakan atau seruan kepada seluruh elemen bangsa, untuk selalu waspada, menguatkan kesadaran, menguatkan komitmen, dan keberanian, bergerak melawan kejahatan narkoba yang dilakukan oleh siapapun, dimanapun, dan kapan pun,” kata Kepala BNN RI.

“Apabila gerakan perlawanan terhadap penyalahgunaan narkoba dan peredaran narkoba ini lahir dari kesedaran setiap warga, maka cita-cita mewujudkan Indonesia bersih dari narkoba akan dapat kita raih bersama,” sambungnya.

Dia mengatakan, kejahatan narkoba merupakan ancaman yang nyata bagi peradaban umat manusia. Dampak buruk penyalahgunaan narkoba dapat mendegradasi peran dan fungsi luhur manusia sebagai mahluk ciptaan Tuhan.

Baca Juga:  Bentuk Kepedulian, Bhabinkamtibmas Polsubsektor Tojo Barat Melayat ke Rumah Duka Warga

“Data global saat ini menunjukkan bahwa penyalahgunaan narkoba telah mencapai angka 296 juta jiwa. Angka ini menunjukkan bahwa 5,8 persen penduduk dunia yang berusia 15-64 tahun,”terangnya.

Hasil survei prevalensi sambungnya, penyalahgunaan narkoba nasional tahun 2023 sebesar 1,73 persen atau setara dengan 3,33 juta jiwa penduduk Indonesia yang berusia 15-64 tahun. Data survei juga menunjukkan adanya peningkatan penyalahgunaan narkoba secara signifikan bagi kalangan umur 15-24 tahun.

“Tentunya ini harus menjadi perhatian kita semua,karena mereka adalah anak dan cucu kita yang akan menjadi penerus bangsa,” tandas Kepala BNN RI mengakhiri sambutan Presiden RI.****

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses