TOUNA – Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) Dra. Jafanet Alfari, MAP menyebutkan bahwa intervensi gizi sensitif dalam upaya menurunkan angka penderita stunting membutuhkan kerjasama semua komponen.
“Sinergitas stakeholder terkait perlu ditingkatkan untuk intervensi gizi sensitif dalam upaya percepatan penurunan stunting,” ujar Jafanet Alfary kepada media, Rabu (13/09/23).
Jafanet mengatakan Pemerintah Pusat dan Provinsi, hingga Kabupaten Kota menaruh perhatian khusus pada kasus stunting, Karena itu pemerintah Kecamatan Kelurahan hingga Pemerintah Desa harus mendorong keterlibatan semua pihak dalam pencegahan stunting.
“Pelaksanaan intervensi penurunan Stunting terintegrasi merupakan keharusan dan tanggung jawab pemerintah melalui lintas sector atau lintas OPD,” katanya.
Jafanet mengungkapkan bahwa saat ini Pemerintah Daerah Kabupaten Touna semakin memperkuat kerjasama dan koordinasi antara Organisasi Perangkat Daerah hingga ketingkat terkecil seperti desa untuk bersama sama menangani stunting.
“Pemkab saat ini terus bekerja keras bagaimana masalah stunting ini turun, karena kita di Kabupaten Touna ini memang masalah stunting masih tinggi,” ungkapnya.
“Untuk itu, pencegahan dan penurunan stunting merupakan tanggung jawab bersama lintas sektor bukan hanya tanggung jawab institusi terkait semata, namun butuh kerjasama dan sinergitas bersama semua komponen,” tandasnya.(**)

