Pemerintahan

Jaga Kelestarian Danau Banano, Wabup Surya Dorong Penataan Sempadan Berbasis Partisipasi Masyarakat

20
×

Jaga Kelestarian Danau Banano, Wabup Surya Dorong Penataan Sempadan Berbasis Partisipasi Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Keterangan Foto: Wakil Bupati Tojo Una-Una Hj. Surya saat membuka sosialisasi kajian garis sempadan Danau Banano I, II, dan III di Desa Banano, Kecamatan Tojo, Kamis (8/10/2026).

TOUNA – Wakil Bupati Tojo Una-Una, Hj. Surya, S.Sos., M.Si., membuka Sosialisasi Kajian Penetapan Garis Sempadan Danau Banano I, II dan III di Desa Banano, Kecamatan Tojo, Kamis (8/10/2026).

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai tujuan dan proses kajian penetapan garis sempadan, sekaligus menghimpun masukan dan informasi mengenai kondisi nyata di lapangan. Sosialisasi juga menjadi ruang komunikasi antara pemerintah, tim kajian dan masyarakat untuk mendukung penataan serta pemanfaatan kawasan sekitar danau secara tertib dan berkelanjutan.

Dalam sambutan tertulis Bupati Tojo Una-Una yang disampaikan Wabup Surya, Pemerintah Daerah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam proses kajian, mulai dari persiapan, pengumpulan data, survei lapangan, pembahasan hingga sosialisasi kepada masyarakat.

Baca Juga:  Bupati Ilham Lawidu Harap Bantuan Rumah Sejahtera Terpadu Dimanfaatkan Secara Maksimal dan Sesuai Peruntukan

Menurut Surya, penetapan garis sempadan bukan sekadar menentukan batas kawasan secara teknis, tetapi merupakan bagian dari upaya menjaga fungsi danau, melindungi ekosistem, mempertahankan sumber daya air serta menciptakan tata kelola ruang yang tertib dan berkelanjutan.

“Proses tersebut harus dilakukan secara bijak, terukur dan partisipatif dengan mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat,” ujar Surya.

Danau Banano I, II dan III merupakan kekayaan sumber daya alam Kabupaten Tojo Una-Una yang memiliki nilai ekologis sekaligus berkaitan dengan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di sekitarnya. Karena itu, pemerintah membutuhkan bukan hanya data teknis dan hasil pengukuran, tetapi juga pengetahuan lokal masyarakat mengenai kondisi kawasan serta sejarah pemanfaatan ruang.

Baca Juga:  Wabup Surya: ASIAFI Sebagai Motor Penggerak Tingkatkan Partisipasi Masyarakat Berolahraga

“Masyarakat adalah pihak yang paling mengetahui kondisi lingkungan di sekitarnya. Karena itu, saya mengharapkan kegiatan ini benar-benar menjadi ruang dialog antara pemerintah, tim kajian dan masyarakat,” katanya.

Ia berharap hasil kajian penetapan garis sempadan dapat memberikan kepastian dalam pemanfaatan ruang sekaligus mencegah persoalan di kemudian hari, khususnya terkait aktivitas di sekitar danau, kualitas lingkungan dan pengelolaan kawasan. Hal ini sejalan dengan komitmen Pemkab Touna mendorong pembangunan yang memperhatikan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

Baca Juga:  Bupati Ilham Lawidu Jemput Dukungan Pusat, Perjuangkan Penguatan Fiskal dan Kepastian Transfer Daerah 2026–2027

Menutup sambutannya, Wabup Surya mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga Danau Banano I, II dan III agar tetap lestari dan memberikan manfaat tanpa mengurangi fungsi ekologisnya. Sejalan dengan filosofi Kabupaten Tojo Una-Una, “Sivia Patuju” yang bermakna satu tujuan, ia mengajak seluruh pihak menyatukan tekad dan langkah dalam menjaga lingkungan serta mengelola sumber daya alam secara bijak. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses