BONE – Bupati Tojo Una-Una, Ilham Lawidu, bersama Ketua TP PKK Ny. Hajar Lawidu menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Bone ke-69 di Kabupaten Bone yang berlangsung meriah dan khidmat pada Senin (6/4/2026)
Di tengah ribuan peserta yang didominasi penggunaan baju bodo, Bupati Ilham Lawidu tampil dengan busana adat khas Tojo Una-Una. Kehadiran busana tersebut menjadi simbol keberagaman budaya, sekaligus memperkenalkan identitas daerah di forum lintas wilayah.
Upacara HUT Bone turut dihadiri sejumlah tokoh penting nasional dan daerah, di antaranya Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman yang merupakan kakak kandung Bupati Bone, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman yang merupakan adik kandung Bupati Bone, serta Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Didik Farkhan Alisyahdi.
Kehadiran para kepala daerah dalam momentum ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan dan sinergi antar wilayah. Sebelumnya, Bupati Bone turut menghadiri peringatan HUT Tojo Una-Una pada Desember lalu, yang semakin mempererat jalinan kebersamaan tersebut.
Bupati Ilham Lawidu menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan HUT Bone yang berlangsung meriah dan penuh kebersamaan. Ia menegaskan pentingnya menjaga hubungan baik antar daerah sebagai bagian dari kekuatan dalam membangun daerah.
“Selamat HUT Kabupaten Bone. Semoga semakin maju, masyarakatnya sejahtera, dan hubungan antar daerah seperti ini terus terjaga dengan baik,” ucap Bupati Ilham Lawidu.
Di akhir kegiatan, Bupati Ilham Lawidu turut menyampaikan bahwa adanya perhatian dan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bone terhadap pengembangan sektor pertanian di Tojo Una-Una.
“Bupati Bone telah membantu menjembatani penyampaian usulan daerah kepada Menteri Pertanian. Alhamdulillah, melalui dukungan Bupati Bone, usulan kami di bidang pertanian dapat tersampaikan kepada Menteri Pertanian. Ini menjadi harapan bagi penguatan sektor pertanian di daerah kami,” tuturnya.
Perayaan HUT Bone berlangsung dengan khidmat, diwarnai nuansa budaya yang kental serta partisipasi berbagai elemen masyarakat sebagai wujud pelestarian tradisi dan persatuan. (*)

