TOUNA – Dalam rangka memastikan kelancaran serta keamanan layanan kunjungan tatap muka pada momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Ampana melaksanakan pengamanan dan pengawasan ekstra pada Sabtu (21/3/2026).
Pengawasan ini dilakukan untuk menjamin kegiatan silaturahmi antara keluarga dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) berlangsung aman, tertib, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pengawasan terpadu ini dilaksanakan mengacu pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, Permenkumham Nomor 03 Tahun 2018 beserta perubahannya, serta Petunjuk Pelaksanaan Nomor PAS-20.OT.02.02 Tahun 2022 terkait pemenuhan hak bersyarat.
Fokus utama pengawasan diarahkan pada tiga titik kritis yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban (Kamtib), yaitu:
- Pemeriksaan Barang dan Makanan
Petugas melakukan pemeriksaan secara ketat terhadap seluruh barang bawaan dan makanan khas lebaran, termasuk ketupat, lontong, dan aneka kue kering. Langkah ini dilakukan untuk mencegah upaya penyelundupan barang-barang terlarang seperti narkoba, handphone, maupun senjata tajam.
- Verifikasi Identitas Pengunjung
Seluruh pengunjung wajib melalui proses registrasi dan verifikasi data melalui Sistem Database Pemasyarakatan (SDP). Penggunaan tanda pengenal khusus pengunjung diberlakukan untuk memastikan setiap orang yang memasuki area lapas terdata dengan baik dan sesuai prosedur.
- Manajemen Area dan Alur Kunjungan
Petugas mengatur alur keluar-masuk pengunjung untuk mencegah penumpukan massa di ruang kunjungan, terlebih pada momen lonjakan besukan saat lebaran. Durasi kunjungan juga dipastikan berjalan sesuai ketentuan guna menjaga situasi tetap kondusif.
Kegiatan tersebut secara langsung di awasi oleh Kepala kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan kelas IIB Ampana Finley E Ruindungan , bersama Prtugas jaga regu D yang di ketuai oleh Vicktor. H Akumo
Plt. Kepala Lapas Kelas IIB Ampana, M. Nur Amin menyampaikan bahwa pengawasan ekstra pada momentum Idulfitri merupakan langkah wajib untuk menjaga stabilitas keamanan di lingkungan lapas.
“Kami memastikan seluruh proses besukan berlangsung dengan tertib, aman, dan tetap mengedepankan humanisasi layanan bagi warga binaan dan keluarganya, ” ujarnya.
Kegiatan pengawasan berjalan lancar tanpa gangguan keamanan yang berarti, sehingga seluruh rangkaian besukan dapat dilaksanakan dengan baik. (*)

