Pemerintahan

Wabup Surya Pimpin Aksi Gerakan Indonesia Asri, Bangun Budaya Bersih

1473
×

Wabup Surya Pimpin Aksi Gerakan Indonesia Asri, Bangun Budaya Bersih

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Tojo Una-Una, Hj. Surya turun langsung Pimpin aksi Gerakan Indonesia ASRI. Foto: Istimewa

TOUNA – Wakil Bupati Tojo Una-Una, Hj. Surya turun langsung memimpin aksi bersih-bersih dalam kegiatan pelaksanaan Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI). di kawasan Urban Park, Kelurahan Bailo, Kecamatan Ampana Kotra, Jumat (13/2/2026)

Kegiatan ini guna menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah sekaligus wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Baca Juga:  Karnaval Gerobak Sapi Meriahkan HUT Ke-22 Kabupaten Touna

Pada kesempatan ini, Wabup Surya menyampaikan bahwa Gerakan ASRI merupakan bentuk konsistensi Pemerintah Daerah Kabupaten Tojo Una-Una dalam membangun kesadaran bersama.

“Kami menindaklanjuti arahan Presiden, akan tetapi gerakan ini sudah menjadi kegiatan rutin sejak kami dilantik pada 2025. Setiap Jumat kami turun langsung,” ujarnya.

Surya menegaskan, kebersihan bukan hanya soal instruksi, melainkan komitmen. Jika lingkungan kita bersih, masyarakat sehat, dan daerah pun terlihat lebih tertata.

Baca Juga:  Bupati Mohammad Lahay Resmikan Kantor Desa Dataran Bugi

“Pemerintah daerah ingin memastikan setiap sudut wilayah mencerminkan wajah daerah yang peduli terhadap kebersihan dan kesehatan,” tegasnya.

Surya menambahkan, kegiatan ini melibatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN), pelajar, serta unsur TNI dan Polri sebagai wujud kolaborasi lintas sektor yang mengedepankan semangat gotong royong.

“Keterkibatan ASN, pelajar, serta TNI-Polri menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih menjadi fondasi kuat dalam membangun Tojo Una-Una,” tambahnya.

Baca Juga:  Asisten II Aspan Taurenta: Peringatan Maulid Nabi Bentuk Karakter dan Moral Masyarakat

Surya berharap Gerakan ASRI tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata. Gerakan ini, harus menjadi kebiasaan yang tumbuh dan mengakar dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Yang kita bangun adalah kebiasaan dan kesadaran. Pemerintah bisa menggerakkan, tetapi keberhasilannya ditentukan oleh partisipasi aktif seluruh masyarakat,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *