Pemerintahan

Pemkab Touna Gelar FGD Program Ekspedisi Patriot 2025, Perkuat Pengembangan Kawasan Transmigrasi Sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

779
×

Pemkab Touna Gelar FGD Program Ekspedisi Patriot 2025, Perkuat Pengembangan Kawasan Transmigrasi Sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

Sebarkan artikel ini
Pemkab Touna Gelar FGD Program Ekspedisi Patriot 2025

TOUNA – Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka Program Ekspedisi Patriot 2025 di kawasan Transmigrasi Ulubongka.

Acara yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bupati Selasa (18/11/2025) omo dibuka oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Tojo Una-Una, Alimudin Muhammad.

Dalam sambutannya, Asisten Alimudin menyampaikan atas nama Pemerintah Daerah, mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta FGD, terutama kepada Tim Ekspedisi Patriot 2025 dari Universitas Padjadjaran (UNPAD), serta Perwakilan dari Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia.

“Kehadiran bapak/ibu di Kabupaten Tojo Una-Una merupakan kehormatan bagi kami, terutama dalam upaya memperkuat pengembangan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru,” ujarnya.

Alimudin mengatakan, Program Ekspedisi Patriot 2025 merupakan gagasan strategis yang menghadirkan sinergi Akademisi dan pemerintah dalam memberikan solusi, rekomendasi, serta rumusan kebijakan berbasis data lapangan.

Baca Juga:  Sekda Touna Lepas Kemah Lomba Kreatifitas Pramuka Tingkat Penggalang dan Penegak Tahun 2023

“Kami memandang FGD ini sebagai momentum untuk meninjau ulang dan mengakselerasi pembangunan di kawasan Transmigrasi Ulubongka agar lebih produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” katanya.

Kawasan Transmigrasi Ulubongka selama ini, kata Alimudin, menjadi bagian penting dalam pemerataan pembangunan di Kabupaten Tojo Una-Una, dan kami berkomitmen untuk terus mendorong bertumbuhnya kekuatan ekonomi berbasis potensi lokal.

“Sesuai dengan Visi Pembangunan Daerah kami, yaitu “Mewujudkan Masyarakat Tojo Una-Una yang Religius, Maju, Adil, dan Sejahtera Berbasis Sektor Unggulan yang Berkelanjutan,” maka kegiatan hari ini sangat relevan dalam mendukung arah pembangunan tersebut,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, bahwa sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan merupakan potensi utama yang dapat dikembangkan di kawasan Transmigrasi Ulubongka, dengan pendekatan teknologi dan ilmu pengetahuan dari kampus seperti UNPAD.

“Kami membutuhkan masukan akademis dan analisis lapangan yang komprehensif untuk menentukan strategi dan model pengembangan yang tepat di wilayah ini. Sinergi Pemerintah Daerah dengan Institusi Pendidikan merupakan langkah Progresif dalam memperkuat perumusan kebijakan berbasis Evidence-Based Policy Making,” sebutnya.

Baca Juga:  Hadiri Lebaran Ketupat di Desa Sumoli, Bupati Ilham Lawidu Disambut dengan Antusias

Ia berharap FGD tersebut menjadi ruang diskusi terbuka, dimana semua peserta dapat menyampaikan pandangan, masukan, dan pengalaman berharga. Pengembangan kawasan transmigrasi tidak hanya menyangkut infrastruktur fisik, namun juga menyangkut aspek sosial, budaya, ekonomi, dan lingkungan secara menyeluruh.

“Kami menyadari bahwa perlu adanya pemetaan yang tepat terhadap potensi lahan, kearifan lokal, serta kondisi sosial masyarakat setempat agar kebijakan yang diambil tepat sasaran. Kolaborasi dengan Universitas Padjadjaran melalui Program Ekspedisi Patriot 2025 diharapkan memberikan rekomendasi model pemberdayaan masyarakat yang efektif dan berkelanjutan,” harapnya.

Ia juga menyebut, potensi UMKM di kawasan Transmigrasi Ulubongka juga perlu mendapatkan pendampingan lebih lanjut agar produk lokal berdaya saing dan dapat masuk ke pasar yang lebih luas. Pemerintah Daerah berkomitmen memberikan dukungan penuh dalam bentuk fasilitasi, pendampingan, dan pembangunan infrastruktur pendukung untuk mensukseskan program ini.

Baca Juga:  BPKAD Touna Terima Kunjungan Studi Tiru Bidang Aset BPKAD Poso

“Integrasi program antar sektor, baik dari pemerintah pusat, provinsi, maupun daerah sangat dibutuhkan untuk mewujudkan pembangunan yang holistik di wilayah ini. Kami juga mendorong agar hasil FGD ini tidak hanya menjadi dokumen rekomendasi, namun menjadi dasar implementasi kebijakan yang konkrit,” sebutnya.

Ia menambahkan, masukan dari masyarakat transmigran, tokoh adat, dan pemangku kepentingan lainnya sangat bermakna dalam menyempurnakan rumusan kebijakan yang dihasilkan.

“Kami berharap kegiatan ini mampu mengidentifikasi tantangan di lapangan, seperti aksesibilitas, permodalan, teknologi, dan sumber daya manusia yang perlu ditingkatkan,” tambahnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *