TOUNA – Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Tahun 2025 bersama Kementerian Dalam Negeri secara virtual, di Ruang Rapat Eksekutif Kantor Bupati, Senin (6/10/2025).
Rakor ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tojo Una-Una, Alfian Matajeng, Plt. Perwira Penghubung Kodim 1307 Poso, Letnan Satu CKE Risman, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Mohammad Asrar Mohammad Ali, Sejumlah Pimpinan Perangkat Daerah dan Tim Pengendali Inflasi Daerah Kabupaten Tojo Una Una.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sinergis antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok di seluruh wilayah Indonesia.
Rakor ini juga diikuti oleh seluruh Kepala Daerah dan Pejabat terkait dari seluruh Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai strategi dan langkah konkret dalam upaya menekan laju inflasi di tingkat nasional maupun daerah.
Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, dalam arahannya menyampaikan bahwa dari 150 kota yang dipantau, sebanyak 108 kota mengalami inflasi, sedangkan 42 kota mencatat deflasi.
“Data ini menunjukkan bahwa meskipun inflasi nasional secara umum masih terkendali, sebagian besar daerah tetap perlu memperkuat strategi untuk menjaga kestabilan harga dan daya beli masyarakat,” ujarnya.
“Kami meminta Pemerintah Daerah untuk terus melakukan intervensi langsung, khususnya dalam memastikan ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi bahan pangan pokok di pasar, agar inflasi tetap berada dalam batas yang aman,” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Sekda Alfian Matajeng menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una berkomitmen mendukung penuh program pengendalian inflasi nasional melalui sinergi antara perangkat daerah, pelaku usaha, dan masyarakat.
“Untuk itu, pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga daya beli masyarakat serta menjamin distribusi bahan kebutuhan pokok berjalan lancar,” ujarnya.
Melalui partisipasi aktif dalam rakor ini, Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una berharap dapat terus memperkuat strategi dan langkah antisipatif dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan, khususnya yang berkaitan dengan pengendalian inflasi di tingkat daerah. ***


