Berita

Ibadah Minggu Jadi Wadah Pembinaan Mental dan Spiritual WBP Lapas Ampana

1203
×

Ibadah Minggu Jadi Wadah Pembinaan Mental dan Spiritual WBP Lapas Ampana

Sebarkan artikel ini
Ibadah Minggu Jadi Wadah Pembinaan Mental dan Spiritual WBP Lapas Ampana

TOUNA – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) beragama Kristen di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ampana melaksanakan ibadah Minggu di Gereja Uekemene Lapas Ampana, Minggu (14/9/2025).

Kegiatan ibadah turut dihadiri oleh Kepala Lapas Ampana, Luther Toding Patandung, S.H., M.H., Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas, Finley E. Ruindungan, S.H., serta penyuluh Kristen dari Kemenag Kabupaten Tojo Una-Una. Ibadah dipimpin oleh Pdt. Agung Misalayuk dengan tema firman “Dipercaya oleh Tuhan”.

Dalam khotbahnya, Pdt. Agung mengajak seluruh WBP untuk menyadari bahwa kepercayaan yang Tuhan berikan merupakan sebuah amanah besar. 

Baca Juga:  Warga Binaan Lapas Ampana Khidmat Ikuti Ibadah Rabu Agung

“Dipercaya oleh Tuhan berarti kita diberikan kesempatan untuk berubah, memperbaiki diri, dan membuktikan iman melalui perbuatan nyata. Setiap manusia yang diberi kepercayaan harus menjaga hati, pikiran, dan tindakannya agar sejalan dengan firman Tuhan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kalapas Ampana, Luther Toding Patandung, menegaskan bahwa kegiatan ibadah merupakan bagian penting dari program pembinaan di Lapas. 

Baca Juga:  Kalapas Ampana Edukasi Warga Binaan tentang Arahan Presiden dan 100 Hari Kinerja Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan

“Pembinaan kerohanian tidak hanya membentuk pribadi yang taat beragama, tetapi juga membangkitkan kesadaran moral warga binaan untuk menyesali perbuatannya, memperbaiki diri, dan kembali ke masyarakat dengan membawa perubahan positif,” ujarnya.

Kegiatan ini diikuti secara khusyuk oleh seluruh WBP Nasrani. Selain memperkuat iman, ibadah juga menjadi sarana introspeksi diri agar mereka lebih siap menjalani pembinaan dan kembali ke tengah masyarakat dengan membawa nilai-nilai kebaikan.

Baca Juga:  Subsatgas Binmas Himbau Warga Jaga Kamtibmas Di Lingkunga Masing-Masing

Seluruh rangkaian ibadah berjalan dengan tertib, aman, dan lancar di bawah pengawasan petugas. 

Kehadiran pegawai, penyuluh agama, serta komitmen Lapas Ampana menunjukkan bahwa pembinaan mental dan spiritual menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan pemasyarakatan yang berkeadilan dan humanis. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses