Pendidikan

Pemkab Touna Siapkan Strategi Pelestarian Bahasa Daerah, Festival Tunas Bahasa Ibu Jadi Langkah Awal

122
×

Pemkab Touna Siapkan Strategi Pelestarian Bahasa Daerah, Festival Tunas Bahasa Ibu Jadi Langkah Awal

Sebarkan artikel ini
Keterangan foto: Salah satu peserta tampil dalam Festival Tunas Bahasa Ibu di Kabupaten Tojo Una-Una dengan mengenakan busana adat saat mengikuti kegiatan pelestarian bahasa daerah

INFOTOUNA.COM – Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una mendorong pelestarian bahasa daerah melalui satuan pendidikan sebagai upaya menjaga warisan budaya sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa lokal.

Langkah tersebut mengemuka dalam pelaksanaan Festival Tunas Bahasa Ibu yang diharapkan menjadi titik awal penguatan program pelestarian bahasa daerah di Kabupaten Tojo Una-Una.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tojo Una-Una, Samudin Tanciga, mengatakan festival tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan menjadi kegiatan yang lebih besar dan berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang.

“Mudah-mudahan apa yang dilaksanakan pada hari ini bisa menjadi awal untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan selanjutnya yang lebih besar,” ujar Samudin saat memberikan sambutan pada Festival Tunas Bahasa Ibu.

Baca Juga:  Asap Karhutla Ganggu Kualitas Udara di Touna, SD Negeri 1 Ampana Kota Imbau Siswa Pakai Masker

Menurut Samudin, pelestarian bahasa daerah di Kabupaten Tojo Una-Una telah memiliki landasan hukum melalui Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Pendidikan Berbasis Budaya. Regulasi tersebut menjadi salah satu dasar untuk mendorong penguatan nilai-nilai budaya di lingkungan pendidikan.

Ia menjelaskan, ke depan, penggunaan bahasa daerah berpeluang diintegrasikan ke dalam kurikulum satuan pendidikan. Meski pada tahap awal belum tentu menjadi mata pelajaran wajib, penerapannya di sekolah diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan bahasa daerah.

Baca Juga:  Kunjungi Pos Pengamanan Lebaran Idul Fitri, Bupati Touna Berikan Bingkisan Lebaran

“Nantinya kita akan melihat bagaimana di satuan pendidikan itu kurikulumnya akan dimasukkan, mungkin di tahap awal belum menjadi mata pelajaran wajib, tetapi penerapannya akan dilakukan di satuan pendidikan,” jelasnya.

Festival Tunas Bahasa Ibu juga menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengekspresikan kemampuan, kreativitas, dan kecintaan terhadap bahasa daerah. Sejumlah perlombaan digelar, di antaranya mendongeng, membaca puisi, dan komedi tunggal.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, peserta didik diharapkan tidak hanya mengenal bahasa daerah, tetapi juga mampu menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Keterlibatan generasi muda dinilai penting agar bahasa daerah tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Baca Juga:  Hadiri Pelepasan dan Perpisahan Siswa-Siswi TK/TB Kemala Bhayangkari, Ini Pesan Kapolres Touna

Samudin turut mengapresiasi dewan juri yang terlibat dalam festival tersebut. Ia berharap seluruh proses penilaian berlangsung secara objektif dengan menjunjung tinggi sportivitas.

Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una berharap Festival Tunas Bahasa Ibu dapat menjadi agenda berkelanjutan sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian bahasa daerah.(yya/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses