TOUNA – Komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ampana dalam menciptakan lingkungan hunian yang bersih, sehat, dan nyaman terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan positif.
Salah satunya adalah kegiatan kerja bakti membersihkan area di sekitar blok hunian yang dilaksanakan oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Minggu (19/7/2026), mulai pukul 08.00 WITA hingga selesai.
Kegiatan diawali dengan pengarahan yang diberikan oleh Anggota Jaga Regu Pengamanan (Rupam) D, Nurdiansyah S Lamanja kepada para WBP.
Dalam pengarahan tersebut, petugas menekankan pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari pembinaan kedisiplinan, kepedulian terhadap lingkungan, serta tanggung jawab bersama dalam menciptakan suasana hunian yang tertib dan nyaman.
Selama kegiatan berlangsung, petugas juga melakukan pengawasan secara langsung untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan sesuai prosedur.
Dengan penuh semangat, para WBP bergotong royong membersihkan halaman blok hunian, menyapu area sekitar, mengumpulkan sampah, membersihkan saluran air, serta merapikan lingkungan agar tetap bersih dan asri.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas pemeliharaan kebersihan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter yang menanamkan nilai-nilai disiplin, kerja sama, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Lingkungan yang bersih merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung kualitas hidup di dalam Lapas. Oleh karena itu, kegiatan ini dilaksanakan secara berkesinambungan sebagai langkah preventif untuk mengurangi potensi munculnya berbagai penyakit yang disebabkan oleh lingkungan yang kurang terawat.
Selain menjaga kesehatan warga binaan dan petugas, kebersihan lingkungan juga menciptakan suasana hunian yang lebih nyaman, rapi, dan kondusif sehingga dapat mendukung pelaksanaan program pembinaan secara optimal.
Di tempat terpisah, Kepala Lapas Kelas IIB Ampana, Febriansyah, memberikan apresiasi atas kepedulian dan partisipasi seluruh petugas serta WBP dalam menjaga kebersihan lingkungan Lapas.
Menurutnya, budaya hidup bersih harus terus ditanamkan sebagai bagian dari proses pembinaan agar menjadi kebiasaan positif yang bermanfaat, baik selama menjalani masa pidana maupun setelah kembali ke tengah masyarakat.
“Kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan sederhana seperti kerja bakti ini, kita tidak hanya menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman, tetapi juga membangun karakter warga binaan agar memiliki rasa tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian terhadap lingkungan,” tuturmya.
“Semangat gotong royong seperti inilah yang akan terus kami dorong dalam setiap proses pembinaan di Lapas Ampana,” tutup Kalapas.
Melalui kegiatan rutin ini, Lapas Kelas IIB Ampana terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, sehat, aman, dan humanis sebagai bagian dari upaya mendukung keberhasilan pembinaan serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. (*)

