TOUNA – Sebagai bentuk komitmen dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Ampana melaksanakan kegiatan Skrining HIV/AIDS bagi WBP, Senin (18/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Lapas Kelas IIB Ampana ini menjadi salah satu langkah nyata dalam memastikan kondisi kesehatan warga binaan tetap terpantau secara berkala.
Pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan hasil sinergi dan kerja sama antara Lapas Kelas IIB Ampana dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tojo Una-Una yang melibatkan tenaga medis dari Puskesmas Ampana Barat.
Kehadiran tenaga kesehatan profesional menjadi bagian penting dalam mendukung upaya deteksi dini sekaligus memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada warga binaan.
Kegiatan skrining HIV/AIDS ini tidak hanya bertujuan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan semata, tetapi juga sebagai langkah preventif guna meningkatkan kesadaran warga binaan terhadap pentingnya menjaga kesehatan diri.
Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, dan bebas dari penyebaran penyakit menular.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan turut dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Ampana, Febriansyah, didampingi Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja, I Wayan Sucana, Kepala Pengamanan Lapas (KPLP), Finley Edward Ruindungan serta Kasubsi Perawatan, Inrawati.
Kehadiran jajaran pejabat struktural tersebut menunjukkan dukungan penuh terhadap program kesehatan bagi warga binaan sekaligus memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib, aman, dan lancar.
Selain pemeriksaan kesehatan, warga binaan juga mendapatkan edukasi mengenai HIV/AIDS. Materi edukasi yang diberikan meliputi pemahaman tentang cara penularan, pencegahan, pentingnya menjaga pola hidup sehat, hingga upaya menghilangkan stigma terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).
Edukasi ini diharapkan mampu membangun pemahaman yang benar di kalangan warga binaan sehingga tercipta sikap saling menghargai tanpa diskriminasi terhadap penderita HIV/AIDS.
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap sebanyak 158 warga binaan, tidak ditemukan adanya warga binaan yang terindikasi HIV/AIDS. Hasil tersebut menjadi kabar baik sekaligus menunjukkan pentingnya upaya pencegahan dan pemeriksaan kesehatan rutin di lingkungan pemasyarakatan.
Salah satu tenaga kesehatan dari Puskesmas Ampana Barat menyampaikan bahwa kegiatan skrining seperti ini sangat penting dilakukan secara berkala sebagai bentuk deteksi dini terhadap penyakit menular.
“Pemeriksaan kesehatan rutin juga menjadi langkah efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya warga binaan, terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan menerapkan perilaku hidup sehat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Ampana, Febriansyah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak khususnya Dinas Kesehatan Kabupaten Tojo Una-Una yang telah mendukung terlaksananya kegiatan tersebut.
“Diharapkan sinergi antara Lapas Ampana dengan instansi Kesehatan Daerah dapat terus terjalin dengan baik demi mendukung berbagai program pelayanan kesehatan bagi warga binaan di masa mendatang,” ucapnya.
Ia menegaskan, bahwa kesehatan warga binaan merupakan salah satu prioritas penting dalam pembinaan di lingkungan pemasyarakatan.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen kami dalam memastikan warga binaan mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik,” tegasnya.
“Kami berharap melalui skrining dan edukasi ini, warga binaan semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan serta memiliki pengetahuan yang benar mengenai HIV/AIDS sehingga stigma negatif terhadap ODHA dapat dihilangkan,” pungkasnya.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan baik, tertib, serta dalam situasi yang aman dan kondusif.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Ampana kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan warga binaan secara menyeluruh. (*)

