Pemerintahan

Pemkab Touna Gelar Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 Tahun 2026

1124
×

Pemkab Touna Gelar Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 Tahun 2026

Sebarkan artikel ini
Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 Tahun 2026 di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Touna. Foto: Istimewa

TOUNA – Pemerinttah Kabupaten Tojo Una Una menggelar Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 Tahun 2026 dengan penuh khidmat di Halaman Kantor Bupati Tojo Una Una, Senin (27/4/2026) pagi.

Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 tahun ini mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, yang menekankan pentingnya peran daerah dalam mendukung visi pembangunan nasional.

Upacara dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tojo Una Una, Alfian Matajeng dan diikuti Pejabat Eselon II, III dan IVseluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) serta PPPK Lingkup Pemerintah Kabupaten Tojo Una Una.

Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 tahun ini menjadi momen yang tepat untuk memperkuat komitmen serta peran seluruh unsur pemerintahan dalam menghadirkan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat luas.

“Otonomi Daerah, merupakan sarana yang sangat penting untuk mempercepat pemerataan pembangunan di berbagai wilayah, meningkatkan kualitas layanan publik, serta mengangkat taraf kesejahteraan rakyat di seluruh penjuru tanah air,” kata Sekda Alfian saat membacakan sambutan tertulis Mendagri Tito Karnavian.

Baca Juga:  Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Touna Ikuti Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan melalui Zoom Meeting

Ia mengatakan, Tema yang diangkat dalam peringatan tahun ini memiliki makna mendalam, yang menggambarkan kemampuan daerah untuk berdiri mandiri sekaligus memikul tanggung jawab dalam mengelola segala potensi dan sumber daya yang dimiliki.

“Melalui pengelolaan yang tepat, seluruh daerah diharapkan dapat bersinergi dengan pemerintah pusat untuk mewujudkan Asta Cita, yang menjadi gambaran harapan dan cita-cita besar bangsa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Mendagri juga mengajak seluruh kepala daerah untuk senantiasa menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan rakyat, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul baik dari dalam negeri maupun skala global.

“Tantangan tersebut mencakup upaya menjaga ketahanan pangan, menciptakan stabilitas ekonomi, menangani dampak perubahan iklim, serta mengikuti perkembangan dan kemajuan teknologi yang berlangsung dengan sangat cepat,” terangnya.

Memasuki usia yang ke-30 tahun, katanya, pelaksanaan Otonomi Daerah telah memberikan berbagai capaian berharga yang menjadi dasar dan pijakan kuat bagi langkah ke depan.

Baca Juga:  Pemkab Touna Terbitkan Surat Edaran Larangan Pawai Takbiran Gunakan Kendaraan Roda Dua dan Empat

“Capaian ini harus terus dikembangkan dan ditingkatkan, sehingga penyelenggaraan pemerintahan dapat berjalan semakin optimal dan layanan kepada masyarakat semakin baik, meskipun dihadapkan pada berbagai dinamika dan tantangan yang terus berkembang,” tegasnya.

Mendagri juga menekankan pentingnya mempererat hubungan kerja dan kerja sama antar berbagai tingkatan pemerintahan agar setiap kebijakan yang disusun dapat dilaksanakan dengan baik, tepat sasaran, dan memberikan dampak yang nyata di lapangan.

“Sinergi yang efektif membutuhkan kesepahaman yang sama mengenai tujuan dan prioritas pembangunan, yang seluruhnya berfokus pada peningkatan kesejahteraan rakyat,” tekannya.

Mendagri mengingatkan Pemerintah Daerah tidak hanya berperan sebagai pelaksana kebijakan, tetapi juga harus menjadi mitra aktif yang ikut merancang langkah-langkah pembangunan yang sesuai dengan kondisi dan potensi yang ada di daerahnya masing-masing, sehingga kemajuan dapat dirasakan secara adil dan merata di seluruh wilayah Indonesia.

Baca Juga:  Sekda Ingatkan OPD Program Kegiatan Harus Berdampak Langsung ke Masyarakat

“Untuk itu, seluruh kegiatan pemerintahan, termasuk peringatan hari penting seperti ini, senantiasa dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip efisiensi dan penghematan dalam penggunaan anggaran. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia yang mengharapkan agar seluruh kegiatan diselenggarakan secara sederhana, tidak berlebihan, serta tidak hanya bersifat seremonial belaka,” pesannya.

Mendagri juga berpesan agar seluruh sumber daya yang tersedia harus dimanfaatkan secara maksimal dengan tetap menjaga efektivitas kerja dan manfaat yang diberikan. Setiap rupiah anggaran yang digunakan harus benar-benar memberikan nilai tambah bagi masyarakat, serta dihindari segala bentuk pemborosan yang tidak memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas layanan publik dan kesejahteraan rakyat.

“Semoga semangat yang terkandung dalam pelaksanaan otonomi daerah senantiasa menjadi pendorong bagi kita semua untuk terus berusaha mewujudkan Asta Cita dan kemajuan bagi bangsa dan negara Indonesia tercinta,” tutup Alfian dalam sambutan tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *