Berita

Kakan Kemenag Touna Ajak WBP Lapas Ampana Perbaiki Niat dan Perbanyak Istighfar

57
×

Kakan Kemenag Touna Ajak WBP Lapas Ampana Perbaiki Niat dan Perbanyak Istighfar

Sebarkan artikel ini
Kakan Kemenag Touna saat memberikan ceramah di Lapas Ampana. Foto: Istimewah

TOUNA – Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Ampana pada Sabtu malam (21/02/2026), bertepatan dengan hari ketiga dan malam keempat bulan suci Ramadhan 1447 H.

Pada momentum penuh berkah tersebut, dilaksanakan kegiatan ceramah agama yang menghadirkan Kepala Kementerian Agama Kabupaten Tojo Una-Una, H. Muh. Syahruddin, sebagai penceramah.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keagamaan serta kualitas ibadah puasa bagi seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), sehingga Ramadhan tidak hanya dijalani sebagai rutinitas tahunan, tetapi benar-benar menjadi sarana perbaikan diri dan penguatan spiritual.

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan sholat Isya berjamaah, dilanjutkan dengan sholat Tarawih yang diikuti secara tertib dan khidmat oleh seluruh jamaah.

Suasana kebersamaan terasa semakin hangat ketika ceramah agama dimulai, menjadi ruang perenungan dan muhasabah diri bagi seluruh peserta.

Rangkaian ibadah kemudian ditutup dengan sholat Witir serta penyampaian pesan dan arahan dari Kepala Lapas Ampana.

Kehadiran seluruh pegawai yang beragama Islam, baik pejabat struktural maupun staf, bersama seluruh WBP Muslim, menunjukkan semangat kebersamaan dalam membangun pembinaan kerohanian yang berkesinambungan di dalam Lapas.

Dalam ceramahnya, Kakan Kamenag Tojo Una-Una, H. Muh. Syahruddin menekankan pentingnya meluruskan niat dalam menjalankan ibadah puasa.

Baca Juga:  Lapas Ampana Kembali Gelar Pengajian Rutin Pada Blok Wanita

“Niat adalah pondasi utama dari setiap amal ibadah. Tanpa niat yang tulus dan ikhlas karena Allah SWT, ibadah yang dilakukan dapat kehilangan makna dan nilainya di sisi-Nya,” ujarnya.

Syahruddin menyebut, bahwa Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan wujud ketaatan yang lahir dari kesadaran hati.

“Puasa yang diniatkan hanya karena kebiasaan, tekanan lingkungan, atau sekadar menggugurkan kewajiban, tidak akan memberikan dampak perubahan yang signifikan dalam kehidupan seseorang,” sebutnya.

“Dengan niat yang benar, Puasa akan menjadi energi spiritual yang mampu membentuk karakter yang lebih sabar, disiplin, dan bertanggung jawab,” sambungnya.

Selain memperbaiki niat, jamaah juga diajak untuk senantiasa memperbanyak istighfar selama menjalankan ibadah puasa.

Syahruddin mengatakan, Istighfar bukan hanya ucapan di lisan, tetapi bentuk pengakuan atas kelemahan diri sekaligus permohonan ampun atas dosa dan kekhilafan, baik yang disengaja maupun tidak.

“Dengan memperbanyak istighfar, hati menjadi lebih tenang, jiwa lebih bersih, dan hubungan dengan Allah SWT semakin dekat,” ungkapnya.

Kakan Kamenag juga menegaskan, Istighfar juga menjadi sarana untuk menjaga kesucian hati agar puasa yang dijalani tidak ternodai oleh amarah, prasangka buruk, perkataan yang menyakitkan, maupun perbuatan yang sia-sia.

Baca Juga:  Lapas Ampana Laksanakan Skrinning dan Penyuluhan HIV/AIDS Bagi Warga Binaan

“Ramadhan, adalah momentum terbaik untuk memperbanyak taubat dan memperbaiki kualitas diri secara menyeluruh,” tegasnya.

Syahruddin juga mengingatkan bahwa tidak sedikit umat Muslim yang berpuasa namun tidak memperoleh apa-apa selain rasa lapar dan haus.

“Hal tersebut terjadi, karena puasa dijalankan tanpa kesungguhan memperbaiki niat serta tanpa diiringi dengan amal-amal kebaikan,” ungkapnya.

Untuk itu, ia berharap Puasa agar diisi dengan kegiatan positif, seperti memperbanyak ibadah, membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan menjaga perilaku.

“Jika puasa hanya dijalani sebatas kewajiban formal, tanpa perubahan sikap dan perilaku, maka nilai spiritualnya akan berkurang,” tambahnya.

“Oleh karena itu, setiap insan diajak menjadikan Ramadhan sebagai momentum transformasi diri menuju pribadi yang lebih baik,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Ampana, Luther Toding Patandung, dalam arahannya menyampaikan bahwa ibadah puasa Ramadhan merupakan sarana efektif untuk memperbaiki diri.

“Puasa melatih setiap individu untuk menahan godaan, mengendalikan hawa nafsu, serta membiasakan diri melakukan hal-hal yang positif,” ujarnya.

Kalapas menegaskan bahwa proses pembinaan di dalam Lapas tidak hanya bersifat administratif dan kedisiplinan semata, tetapi juga menyentuh aspek spiritual dan moral.

“Ramadhan menjadi kesempatan emas bagi WBP untuk membangun kebiasaan baik yang kelak dapat diterapkan ketika kembali ke tengah masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga:  Patroli KRYD Polsek Ampana Tete Amankan Miras Jenis Cap Tikus

Menurut Kalapas, bahwa taubat dan memohon ampunan adalah jalan menuju kesucian diri.

“Dengan kembali kepada fitrah sebagai manusia yang ingin memperbaiki diri, setiap WBP memiliki kesempatan yang sama untuk bangkit dan menjadi pribadi yang lebih baik, bahkan mampu menunjukkan perubahan nyata ketika kembali ke lingkungan sosialnya,” tuturnya

Dalam momen yang penuh haru, Kalapas juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan tugas dikenal tegas dan disiplin.

“Ketegasan tersebut, adalah bagian dari amanah yang harus dijalankan demi keberhasilan pembinaan,” terangnya.

Mengingat masa purna baktinya yang tinggal menghitung hari dan rencana serah terima jabatan pada akhir Februari ini, beliau berharap seluruh jajaran dan WBP dapat terus menjaga semangat pembinaan, kedisiplinan, dan nilai-nilai kebaikan yang telah dibangun bersama.

Kegiatan ceramah agama ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan di Lapas Ampana tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga penguatan spiritual.

Melalui siraman rohani di bulan suci Ramadhan, diharapkan seluruh WBP dapat menjalani ibadah dengan lebih berkualitas, memperbaiki diri, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik. (*)

   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *